“Pelestarian budaya bisa dimulai dari dapur. Lawar adalah contoh nyata bagaimana kuliner tradisional Bali menyatukan unsur budaya, kesehatan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menilai keterlibatan aktif Sekaa Teruna dalam lomba ini menunjukkan kesadaran generasi muda untuk merawat warisan leluhur dengan cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain Lomba Ngelawar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Lomba MC Berbahasa Bali (Ugrawakya) yang bertujuan memperkuat penggunaan bahasa Bali di ruang publik. Namun, perhatian utama tertuju pada kreativitas peserta dalam mengolah lawar dengan tetap mempertahankan pakem tradisional.
Pada kesempatan tersebut, Ny. Rasniathi Adi Arnawa turut menyerahkan bantuan dana kreativitas dari Bupati Badung sebesar Rp20 juta kepada Yowana Badung sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas generasi muda di bidang budaya dan kuliner.









