Lima Parpol Koalisi Rancang Strategi Hadang PDIP pada Pilkada Serentak di Bali

Lima Parpol Koalisi Rancang Strategi Hadang PDIP pada Pilkada Serentak di Bali

DENPASAR, MENITINI.COM Lima parpol berkomitmen menghadang PDIP di Pilkada serentak tahun 2020. Lima partai tersebut adalah Golkar, Demokrat, Hanura, NasDem dan PSI. Pada Jumat (13/32020) kemarin, pimpinan parpol tersebut melaksanakan pertemuan perdana sekaligus menjajaki niat koalisi di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Pertemuan ini inisiasi dari Partai Golkar.

Dalam pertemuan, dari Golkar dihadiri Ketua DPD Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry didampingi sejumlah pengurusnya, Ketua DPD Partai Hanura I Kadek Arimbawa alias Lolak,  Sekretaris DPD Demokrat Provinsi Bali, I Wayan Adnyana, Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti dan Sekretaris DPW PSI Bali Cokorda Ngurah Dwi Satria Wibawa.

Usai pertemuan, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry menjelaskan, kelima parpol itu memang belum sampai pada keputusan untuk berkoalisi.

BACA JUGA:  Jokowi Pastikan Ada Jatah Menteri untuk Bali

Namun, pertemuan perdana kemarin sudah ada komitmen bersama untuk menjajaki koalisi pada Pilkada serentak di Bali. Karena itu akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk mematangkan rencana koalisi.  “Komitmen untuk mengarah ke sana (koalisi), sudah, tapi kalau sudah neken baru dikatakan sepakat berkoalisi. Menuju ke arah sana sudah sepakat,” jelas Sugawa Korry, didampingi pimpinan empat parpol lainnya.

Ia mengatakan, masing-masing partai memiliki proses dan mekanisme dalam memutuska arah koalisi. “Kalau dari masing-masing partai yang hadir ini keinginannya ke arah itu (koalisi), tetapi kita kan menghormati ada proses dan mekanisme.Habis pertemuan ini, lapor ke partai masing-masing, Minggu depan diundang lagi oleh partai Demokrat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tertibkan dan Bongkar Praktek Nakal Rumah Sakit, Pasien Negatif Jadi Positif Covid-19

Ia melanjutkan, Partai Golkar mengundang semua parpol di Bali, kecuali PDI perjuangan. Alasan tak mengundang PDI Perjuangan, jelas dia, hanya pertimbangan etis karena PDI Perjuangan partai terbesar di Bali.

Kendati demikian, komunikasi politik dengan PDI Perjuangan tetap terjalin baik. “PDIP partai yang lebih besar dari kami, tidak bagus kalau kami mengundang. Intinya komunikasi politik itu dengan semua. Untuk Gerindra, tidak hadir karena ketuanya kebetulan tidak di tempat,” ujar Sugawa Korry.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*