Senin, 24 Juni, 2024

(Foto: istimewa)

DENPASAR,MENITINI.COM- Isu lingkungan, khususnya limbah sampah, terus menjadi topik diskusi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Laporan ASEAN Regional Action Plan for Combating Marine Debris in the ASEAN Member States 2021 – 2025 memperkirakan bahwa Asia Tenggara menghasilkan lebih dari 31 juta ton limbah plastik setiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri, jumlah sampah plastik mencapai 12,54 juta ton pada 2022 dan diprediksi akan meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini pun menarik perhatian konsumen Indonesia, di mana menurut survei yang dilakukan Jajak Pendapat (JakPat) pada September 2022, mayoritas konsumen muda khususnya kalangan milenial dan Gen Z juga semakin peduli dengan lingkungan, dengan 56,2% responden membeli produk ramah lingkungan.

Persoalan lingkungan ini turut mendorong Lazada Indonesia (Lazada) untuk juga berfokus pada upaya pertumbuhan berkelanjutan dalam ekosistem digitalnya. Melalui unit bisnis Lazada Logistics, Lazada memulai program inkubasi Indonesia Sustainable Seller Acceleration Camp 2023 yang akan berlangsung selama enam bulan, dengan mengundang para penjual lokal di Lazada untuk mengikuti pelatihan intensif tentang keberlanjutan selama dua hari pada 18-19 Oktober 2023. Program inkubasi ini dijalankan melalui kemitraan dengan beberapa mitra strategis, yaitu Kopernik, International Trade Centre (ITC), dan Modalku.

BACA JUGA:  Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Lapangan Niti Mandala

Indonesia Sustainable Seller Acceleration Camp 2023 merupakan bagian dari inisiatif terbaru dalam kerangka Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social, and Governance – ESG) dari Lazada Group, Lazada Sustainability Academy (LSA). Inisiatif yang akan segera diluncurkan di seluruh negara tempat Lazada beroperasi ini, bertujuan untuk memberdayakan pelaku bisnis lokal dengan mengembangkan pola pikir dan memperdalam pengetahuan untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Di bawah LSA, program Indonesia Sustainable Seller Acceleration Camp 2023 dirancang untuk mewadahi kebutuhan pelaku bisnis Indonesia yang ingin bertransformasi menuju operasional yang berkelanjutan.

Philippe Auberger, Chief Logistics Officer Lazada Indonesia mengatakan, “Kami menyadari bahwa upaya keberlanjutan selayaknya menjadi upaya kolektif di antara semua pemangku kepentingan di dalam ekosistem ekonomi digital Lazada. Setelah sebelumnya berfokus pada operasional Lazada yang lebih berkelanjutan serta berkolaborasi dengan beberapa brand untuk mendorong pengemasan dan pengiriman produk yang lebih ramah lingkungan, kini kami bekerja sama dengan beberapa mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam keberlanjutan untuk mengajak pelaku bisnis lokal lainnya lebih memahami konsep keberlanjutan dan bagaimana mengintegrasikan konsep ini ke dalam operasional bisnis yang tetap memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis.”

BACA JUGA:  Sampah Kayu Sumbat Jembatan Yang Biasa Dilewati Siswa Sekolah Luar Biasa, Khawatir Jadi Sarang Nyamuk

Sesi pelatihan intensif awal dalam program Indonesia Sustainable Seller Acceleration Camp 2023 memfasilitasi 30 penjual terpilih asal Bali dan Jakarta selama dua hari penuh. ITC hadir sebagai knowledge partner dan akan berbagi wawasan dalam sesi pengenalan kepada konsep keberlanjutan dan bagaimana mengukur dampak keberlanjutan secara efektif. Kopernik akan memberikan coaching dan pengawasan lanjutan untuk memastikan peserta benar-benar memahami cara menjalankan bisnis dengan misi keberlanjutan. Sementara itu, Modalku akan memfasilitasi edukasi dan akses kepada pembiayaan bagi pelaku bisnis yang serius ingin menjalankan operasional berkelanjutan. Inisiatif coaching dan pengawasan akan terus dijalankan untuk para penjual peserta camp selama enam bulan ke depan.  

Komitmen Lazada Group dalam mendukung operasional berkelanjutan telah dijalankan melalui berbagai inisiatif. Di 2022, Lazada Logistics di Indonesia terpilih sebagai pemenang kategori “Responsible Consumption and Production (Plastic)” di B20 Sustainability 4.0 Awards, program kolaborasi Eropa-Indonesia, yang merupakan bagian dari acara B20 Indonesia 2022. Belum lama ini, Lazada juga meluncurkan Laporan Dampak Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola: Memperkaya Kehidupan, Bangkit Lebih Kuat (Enriching Lives, Emerging Stronger) untuk tahun keuangan 2023 yang menyorot kemampuan Lazada dalam membuka peluang ekonomi kepada lebih dari 1,1 juta pemangku kepentingan dalam industri perdagangan digital. Dalam aspek lingkungan, Lazada telah mengurangi emisi Gas Rumah Kaca secara keseluruhan sebesar 10% dibandingkan periode laporan sebelumnya3.

BACA JUGA:  Jelang Pertemuan WWF ke-10, TPA Suwung Malah Terbakar, Keluarkan Asap Membubung Tinggi 

“Program Indonesia Sustainable Seller Acceleration Camp 2023 menjadi bentuk penguatan komitmen kami dalam mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan. Kami akan terus mengembangkan upaya dan bekerja sama dengan para mitra strategis untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi pelaku bisnis lokal yang ingin memulai dan menjalankan operasional bisnis yang lebih berkelanjutan, dengan harapan membangun ekosistem ekonomi digital yang berkontribusi pada perubahan positif Indonesia,” tutup Philippe. *

  • Editor: PIY