Koster Ace Sekali Lagi Asyik

Oleh: Agustinus Apollo

Judul di atas mengutip sepenggal lirik lagu Bento ciptaan Iwan Fals “Yang penting asyik, Sekali lagi
(Asyik!)”. Memang terkesan provokatif dan memihak. Namun realitanya duet Koster-Ace sampai di penghujung masa jabatan tetap kompak, akur dan mesra, sekali lagi asyik.

Beberapa bulan lagi kepemimpinan Koster berakhir seiring Pilkada serentak 2024. Koster-Ace melepas masa jabatan mereka di tahun 2023. Agar tata laksana pemerintahan tetap berjalan, ada pelaksana tugas gubernur.

Duet Koster-Ace sejak dilantik 2018 sampai hari ini nyaris tak ada gesekan mencuat ke publik. Keduanya tetap langgeng, bahkan makin lengket di akhir-akhir masa jabatan. Kekompakan dan kemesraan Koster Ace sesungguhnya terletak pada sosok Cok Ace yang memahami tupoksinya sebagai wakil. Ia sabar, tidak menuntut yang bukan tupoksinya. Menerima apa adanya. Cok Ace eling kalau posisinya sebagai wakil gubernur. Ia juga bukan sosok yang menikam dari belakang apalagi dengan patner.

BACA JUGA:  Penerapan Uang Pengganti Sebagai Terobosan Pemulihan Kerugian Perekonomian Negara

Selain itu, dalam berbagai kesempatan selalu mewakili gubernur bila mendapat tugas (disposisi) dan membaca sambutan gubernur. Bila tak diberi tugas, pun tak masalah. Menerima dan menemui tamu negara asing, Gubernur Koster memberi kepada Cok Ace. Kadang keduanya tampil bareng. Bahkan sejumlah sumber yang dekat dengan keduanya mengabarkan, akhir-akhir ini komunikasi Koster-Ace makin intens dan makin “mesra”.

Sesungguhnya karakter tak ingin berkuasa, bermanuver politik sudah terlihat saat Ketua PHRI Bali ini menyelesaikan masa jabatan Bupati Gianyar. Ia tak ngotot, tak memaksakan kehendak politiknya menjadi Bupati Gianyar dua periode. Kalau mau, pasti jadi saat itu.
Tokoh Puri Ubud ini sudah selesai dengan dirinya. Sudah cukup dan pas dengan apa yang ia miliki untuk menjalani hari hari tua bersama keluarga.
Sosok dan karakter Cok Ace ibarat pepatah “Pendek Minta Diulas, Panjang Minta Dipotong”

BACA JUGA:  Jaksa Agung: Penerapan Unsur Perekonomian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi Merupakan Langkah Progresif Penegakan Hukum

Ketika diminta mendampingi Koster, Guru Besar Teknik Sipil Unud ini pun tak terlalu berambisi. Mengalir bagai air. Sampai akhirnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri membubuhkan tanda tangan rekomendasi tiket dan boarding pass mengusung Koster Ace di Pilgub Bali 2018 berhadapan Mantra – Kerta.