Jumat, 21 Juni, 2024

Kebakaran gudang LPG yang terjadi di Cargo, Denpasar, Bali, Minggu (9/6/2024) pagi.

DENPASAR,MENITINI.COM-Korban meninggal dari peristiwa terbakarnya gudang LPG di Jalan Cargo Taman I, Banjar Uma Sari, Ubung Kaja, Denpasar Utara kembali bertambah menjadi 3 orang.

Direktur Medik, Perawatan dan Penunjang RSUP Prof Ngoerah/Sanglah Denpasar Affan Priyambodo dalam konferensi pers di Denpasar mengatakan ketiga korban meninggal dunia dalam perawatan di ruang ICU RSUP Prof Ngoerah.

Ketiga korban yang meninggal tersebut adalah Edy Herwanto (40) dengan luka bakar mencapai 90 persen, Yudis Aldyanto (33) dengan luka bakar 88 persen dan Purwanto (43) dengan luka bakar 74 persen.

Korban pertama yang meninggal adalah Purwanto pada 10 Juni pukul 01.30 Wita, disusul korban Yudis Ardiyanto pada 10 Juni pukul 13.45 Wita dan korban ketiga pada 11 Juni 03.15 Wita, Edy Herwanto.

BACA JUGA:  18 Orang jadi Korban Kebakaran Gudang LPG di Denpasar

Korban sempat diberikan bantuan alat pernapasan dan bantuan cairan. Namun nyawa pria asal Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur tersebut tak tertolong lagi pada Senin 10 Juni sekitar pukul 01.00 dini hari. 

Affan Priyambodo mengatakan secara keseluruhan ada 16 korban luka bakar yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah/Sanglah Denpasar. Sampai kini ada 13 orang korban yang masih dirawat intensif di ruang ICU Burn Unit RSUP Prof Ngoerah/Sanglah.

“13 korban lainnya yang masih dirawat semuanya masih dalam kondisi kritis,” terang Putu Kuniyanta. 

Diungkapkanya, sejauh ini pihaknya masih berupaya menstabilisasi kondisi para korban, karena memang luka bakar yang diderita sangat berat. Bahkan, ada 12 korban yang diberikan bantuan alat nafas. 

BACA JUGA:  Meutya Hafid Ingatkan Standar Pengamanan Pemeliharaan Alutsista

Menurutnya, permasalahan trauma ledakan itu juga berpengaruh terhadap jalan nafas bagian atas, karena jalan nafas bagian atas bengkak, sehingga sulit dia bernafas. 

“Sehingga, kami bantu dengan alat bantu nafas, tidak menutup kemungkinan satu pasien lagi akan kami bantu dengan alat bantu nafas, karena kondisinya juga masih labil,” bebernya. 

Kuniyanta kembali mengatakan, sistem organ seluruh tubuh para korban mengalami keguncangan, lantaran luka bakar yang luas. Sebab, proteksi tubuh mereka terhadap kulit yang terluka menjadi tidak ada, sehingga cairan tubuh banyak keluar. 

Untuk itu, pihaknya akan membantu perbaikan kondisi pasien secara umum setiap hari, baik dari segi obat-obatan maupun cairan. Apabila kondisi itu pelan-pelan ada perbaikan, maka akan dilakukan tindakan operasi untuk perbaikan luka.

BACA JUGA:  17 Korban Kebakaran Gudang LPG Meninggal Dunia, 1 Masih Dirawat

Keterangan berbeda, Dokter Bedah Plastik dan Penanggung Jawab Pasien dokter I Gusti Putu Hendra Sanjaya menjelaskan kondisi luka para korban. Yakni, hanya satu orang yang menderita luka bakar 30 persen, sisanya kondisi luka bakar lebih dari 60 persen. 

“Penanganan korban luka bakar itu lebih ke arah keseluruhan perawatan. Karena selain luka bakar, bisa ada masalah lainnya yang dialami pasien. Sehingga luka bakar itu akan menggangu proses penguapan, karena kulit tidak ada,” bebernya.

Pihaknya memastikan akan melakukan yang terbaik dalam menangani para korban. Disinggung mengenai pembiayaan para korban, Hendra menuturkan apapun yang terjadi, masalah pembiayaan tidak akan mengganggu penanganan pasien secara optimal.

  • Editor: Daton