Kombinasi Mandi Sauna dan Olahraga untuk Kebugaran Jantung, Yuk Coba!

Mandi sauna untuk kebugaran jantung - pexels

DENPASAR, MENITINI.COM – Anda penggemar sauna? Maka ada kabar baik untuk Anda! Para peneliti menyelidiki kombinasi dari olahraga dan mandi sauna pada kesehatan jantung. Mereka menemukan bahwa menambahkan sauna dapat bermanfaat untuk kesehatan jantung daripada olahraga saja lho! Jadi bukan hanya sekedar penghangat tubuh atau melunturkan keringat saat ingin diet saja. Berikut rangkuman redaksi terkait teori ini.

Mandi Sauna sebagai Terapi Panas Pasif

Penelitian dari 2015 menunjukkan bahwa mandi sauna yang sering dikaitkan dengan penurunan risiko kardiovaskular yang fatal dan semua penyebab kematian. Selain itu, sebuah studi observasional dari 2018 menemukan bahwa tingkat kebugaran kardiovaskular akibat kombinasi olahraga dan mandi sauna 3-7 kali per minggu mengurangi kejadian kardiovaskular yang fatal. Selain itu, dapat membantu orang mengelola faktor risiko kardiovaskular lebih baik. Sebuah studi baru dari Universitas Jyväskyl, Finlandia membuktikan bahwa menggabungkan mandi sauna dengan olahraga meningkatkan kesehatan jantung lebih dari sekadar berolahraga. Sauna dipandang sebagai terapi panas pasif yang menunjang kebugaran fisik seseorang secara menyeluruh.

Efek Sauna dan Olahraga pada Kesehatan Jantung

Bukan hanya rumor, efek dari sauna dan olahraga sudah terbukti melalui penelitian. Sebuah penelitian merekrut total 48 peserta pria dan wanita berusia antara 30 dan 64 tahun. Semua memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak alias sedentary, yang didefinisikan oleh para peneliti sebagai memiliki pekerjaan terikat meja dan kurang dari 30 menit aktivitas fisik total per minggu. Setiap peserta juga memiliki setidaknya satu faktor risiko kardiovaskular, termasuk kolesterol tinggi, riwayat jantung koroner pada keluarga, hipertensi, obesitas, dan merokok.

BACA JUGA:  Top Gun Tetap Memukau, Contek Tips Awet Muda Tom Cruise!

Selama penelitian berlangsung, para peneliti menemukan bahwa kedua kelompok yang menjalani salah satu intervensi memiliki massa lemak yang lebih rendah dan kebugaran kardiovaskular yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Namun, mereka yang berada dalam kelompok kombinasi, mengalami peningkatan kebugaran kardiovaskular yang lebih signifikan, dan penurunan resiko penyakit jantung yang signifikan terutama pada tekanan darah sistolik dan kolesterol total.

Mekanisme Dasar

Walau terdengar sebagai komplementer, ternyata ada mekanisme yang mendasari efek tambahan pasca sauna ini. Menurut seorang peneliti doktoral di University of Jyväskyl, pasca olahraga terdapat sebuah periode peluang. Dalam periode 60-90 menit ini terjadi peningkatan sensitivitas insulin dan kadar lipid darah. Waktu ini merupakan peluang ideal untuk intervensi konjungtif seperti sauna untuk memaksimalkan potensi manfaat tersebut. Selain itu, faktor angiogenik meningkat dan memperbaiki aliran darah serta oksigen dalam tubuh secara sinergis.

Sedangkan menurut Prof. Chris Minson dari University of Oregon, manfaat dari kombinasi sauna dan olahraga merupakan manifestasi respon dari heat shock protein (HSP). HSP diketahui memiliki banyak efek menguntungkan pada kesehatan pembuluh darah, fungsi endotel, dan fungsi jantung ketika teregulasi dengan baik. Mereka juga memberi manfaat terkait fungsi otot rangka dan ekspansi volume darah. Sayangnya pada penelitian ini masih terbatas pada populasi tertentu dengan pembatasan pada faktor risiko.

BACA JUGA:  Micro Exercise, Waktu Terbatas Bukan Halangan Lagi!

Memaksimalkan Manfaat Mandi Sauna

Berdasar penelitian, para peneliti menyarankan untuk meningkatkan suhu sauna setiap dua minggu sebesar 5 derajat Celcius. Peningkatan bertahap ini berfungsi sebagai proses adaptasi tanpa mencetuskan resiko renjatan akibat perubahan suhu yang drastis. Sauna sebagai terapi suhu pasif bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tanpa harus memberikan tekanan berlebih pada tubuh untuk beradaptasi dengan intensitas dan durasi paparan suhu berlebihan.

Tidak hanya terkait suhu, dari segi olahraga juga perlu regulasi. Pengaturan intensitas, durasi, atau frekuensi latihan harus terus ditingkatkan untuk mencapai toleransi dan tujuan kebugaran yang diinginkan. Jadi tidak hanya bergantung pada perubahan suhu atau durasi sauna saja. Poin ini cukup penting karena kebanyakan orang yang menggunakan sauna mungkin hanya memiliki akses ke sauna yang tersedia untuk umum. Pada kondisi ini, pengaturan suhu tidak memungkinkan. Dalam kasus seperti ini, lebih memungkinkan untuk meningkatkan frekuensi kunjungan dari waktu ke waktu secara bertahap. Awali dengan sekali per minggu selama sebulan dan kemudian 2 kali per minggu untuk bulan berikutnya. Bisa juga dengan menambah durasi sesi dari 5 menit setiap kali kunjungan selama 6 minggu. Perlahan tambahkan hingga 7 menit selama 6 minggu kedepan.