Klaim Minyak Merah Lebih Sehat, Mari Cek Faktanya!

DENPASAR, MENITINI.COM – Minyak goreng merah alias minyak merah sedang naik daun. Hal ini sebagai imbas pernyataan dari Jokowi tentang minyak merah sebagai opsi lebih sehat. Pernyataan ini berlanjut menjadi promosi untuk penggunaan sehari-hari yang lebih ekonomis. Apa sih minyak merah itu? Minyak ini adalah salah satu jenis minyak goreng yang berasal dari varietas kelapa yang berbeda dari kelapa biasa (refined palm oil). Bukan dari kulitnya yang berwarna merah, melainkan dari daging buah yang berwarna merah muda hingga merah tua. Beliau juga memberi klaim bahwa jenis minyak ini memberi rasa masakan yang lebih enak. Mari kita cek faktanya!

Klaim Manfaat Lebih Sehat

Karena tergolong baru di pasaran Indonesia, tentunya banyak klaim positif mengenai minyak merah. Namun dari beberapa sampel minyak merah yang beredar di seluruh dunia, sudah ada penelitian tentang manfaatnya. Beberapa manfaat yang sudah diklaim antara lain:

  • Kandungan Antioksidan: Minyak goreng merah tinggi akan karotenoid dan polifenol, yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh dan menjaga kesehatan sel.
  • Menurunkan Kolesterol: Menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
  • Meningkatkan Kesehatan Kulit: Kandungan antioksidan juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit, membantu melawan penuaan dini dan meredakan peradangan.
  • Mendukung Fungsi Otak: Kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, yang penting untuk kesehatan otak, dan meningkatkan fungsi kognitif.
BACA JUGA:  Presiden Jokowi Ajak Santri Berkontribusi untuk Kemajuan Negara

Namun, penting untuk diingat bahwa keseluruhan manfaat ini masih memerlukan lebih banyak penelitian lanjutan. Selain itu, seperti minyak lainnya, minyak goreng merah juga mengandung lemak jenuh dan kalori, sehingga harus dikonsumsi dengan bijaksana dalam konteks pola makan yang seimbang. Sebelum mengubah pola makan atau menambahkan ke dalam diet Anda, penting untuk berdiskusi dengan ahli gizi. Hal ini menjadi penting terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan tertentu.

Apakah Minyak Merah Lebih Baik?

Pertanyaan apakah minyak goreng merah lebih sehat dari yang biasa tidak memiliki jawaban yang mutlak. Hal ini tergantung pada faktor-faktor seperti komposisi nutrisi, kandungan asam lemak, dan cara penggunaannya. Minyak goreng merah umumnya dianggap lebih sehat karena mengandung lebih banyak antioksidan, terutama karotenoid dan polifenol, yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat merusak sel dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Selain itu, minyak goreng merah juga memiliki kandungan asam lemak sehat, termasuk asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan otak. Minyak goreng merah kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, yang penting untuk kesehatan otak dan fungsi kognitif.

BACA JUGA:  Langkah Preventif Pemkot Denpasar Tekan Angka Stunting

Namun, seperti halnya dengan semua minyak, penting untuk menggunakan dengan bijaksana dan dalam jumlah yang moderat. Kandungan kalori dan lemak dalam minyak goreng merah tetap tinggi, dan konsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kondisi kesehatan lainnya. Selain itu, jenis ini tidak dapat digunakan untuk menggoreng pada suhu tinggi karena dapat menghasilkan asap dan mengubah rasa makanan. Oleh karena itu, lebih cocok untuk digunakan campuran dalam saus, salad, atau dipanaskan pada suhu yang lebih rendah untuk memasak atau menambahkan rasa pada makanan.

Penting untuk selalu memilih minyak sehat dan menggunakan dengan bijaksana, serta memperhatikan berbagai faktor kesehatan lainnya dalam pola makan keseluruhan. Memilih minyak merah dalam memenuhi kebutuhan dapur Anda tidak menjadikannya sebagai justifikasi untuk makan gorengan lebih banyak ya! Jika Anda memiliki pertimbangan kesehatan khusus, alangkah baiknyaberkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk rekomendasi yang sesuai. (M-010)