Dari kisah-kisah tersebut, Morinaga menemukan bahwa kerinduan para Bunda bersifat sangat personal dan dekat dengan keseharian. Sekitar 30 persen Bunda mengaku merindukan waktu me-time, hampir 15 persen ingin kembali berkumpul dengan teman-teman, dan sekitar 15 persen lainnya ingin melanjutkan belajar atau mengembangkan diri. Temuan ini memperlihatkan bahwa di balik peran pengasuhan, setiap Bunda tetaplah individu dengan mimpi dan kebutuhan emosional.
Senior Brand Manager Morinaga, Kenty Novita Pratiwi, mengatakan bahwa Morinaga ingin hadir lebih dari sekadar penyedia nutrisi.
“Morinaga mengapresiasi perjalanan setiap Bunda sebagai penentu pilihan terbaik untuk si kecil. Kami percaya, tumbuh kembang anak berjalan seiring dengan pertumbuhan Bunda itu sendiri. Melalui ‘Semua Bunda Dirayakan’, kami ingin mengembalikan ‘warna’ Bunda yang mungkin sempat memudar,” ujarnya.








