Kemeriahan Malam Paskah di Gereja MBSB Nusa Dua

NUSA DUA, MENITINI.COM – Ribuan umat Katolik di Nusa Dua dan sekitarnya, termasuk wisatawan asing dan domestik yang berlibur di Bali mengikuti Perayaaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua, Sabtu (20/4).  Suasana Misa I Malam Paskah dipimpin RD. Robertus Gaga Nae Pr.

Kemeriahan Malam Paskah di gereja Katolik MBSB yang diapiti sejumlah rumah ibadat,  diawali dengan pembakaran api dan menyalahkan Lilin Paskah oleh Pastor Robert Gaga sebagai tanda peringatan akan kebangkitan Yesus Kristus Raja Daud yang wafat lalu bangkit diantara orang mati.

Pastor Paroki MBSB Nusa Dua, RD Evensius Dewantoro, Pr mengatakan  dalam merayakan Hari Raya Paskah kita harus sadar, bahwa Yesus bukan sekadar seorang figur di masa lampau. Yesus adalah seorang Pribadi, yang kini pun hidup dan hadir di tengah kita! Kita bukan hanya mengetahui Yesus, yang pernah ada di Palestina, tetapi yang sekarang pun harus kita kenal dan jumpai dalam hidup kita.

BACA JUGA:  Mendengarkan Suara Tuhan

Iman sejati bukanlah suatu iman, yang sekali jadi, statis dan tidak ber-kembang. “Kebangkitan Yesus Kristus adalah Tuhan yang tetap hidup. Maka kita sebagai umat beriman harus makin mengenal dan bertemu dengan Dia di dalam hidup kita. Bukan sekadar mengetahui Ia ada. Kita harus mendengarkan Dia, yang dalam Roh-Nya hadir di dalam diri kita, tetapi juga di dalam hati sesama kita,” kata Romo Venus sapaannya.

Justru karena kebangkitaNya kehadiran atau status hidup-Nya tidak terbatas seperti dahulu. Murid-murid Yesus, yang mengenal Dia sebelum Ia wafat dan bangkit, juga harus belajar menerima, mengenal dan bertemu dengan Yesus Kristus dengan cara baru.

Advertisements

Kepada ketiga perempuan yang datang di makam, malaikat Tuhan berkata kepada mereka : “Jangan takut”. Tetapi ia juga menambahkan agar mereka itu meneruskan pesannya “Jangan takut” kepada murid-murid Yesus juga. Bahkan juga kepada Petrus. Mengapa? Karena Petrus sebagai murid Yesus pernah tiga kali menyangkal Guru-Nya, padahal nanti ia akan menjadi Wakil-Nya.

Itulah juga kabar gembira Paskah bagi kita sekarang ini juga! Kita harus makin mengenal Kristus secara lebih utuh. Ternyata Yesus Kristus bukan lebih memperhatikan kesalahan atau dosa yang dilakukan Petrus. Ia lebih memperhatikan pertobatan dan penyesalan hati atas dosanya.

Ternyata Yesus lebih memperkuat hati si pendosa, yang menyesali dosanya, dari pada menghukumnya! Betapa sungguh menggembirakan pesan Injil dalam Malam Paskah ini! Yesus tetap percaya kepada setiap orang, yang mengalami kesalahan atau dosa dalam perjalanan hidupnya. Hanya ada satu syaratnya : sungguh mau menyesal dan bertobat!  “Merayakan Paskah berarti bukan hanya mengetahui tentang Yesus, melainkan mengenal dan bertemu dengan Yesus Kristus yang hadir bersama kita!,”kata Romo Venus mengingatkan. aby

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*