Minggu, 26 Mei, 2024

Antara perasaan dan strategi kembali ke rutinitas. (freepik)

DENPASAR, MENITINI.COM – Hai kawan! Bagaimana libur Lebaran Anda sekalian? Apakah cukup menyenangkan atau malah menimbulkan beban perasaan tersendiri pasca libur? Semoga kita semua mendapat manfaat positifnya ya dibandingkan negatifnya. Dengan berakhirnya masa cuti dan libur Lebaran, saatnya kita menghadapi kenyataan dan kembali bekerja. Bagi sebagian orang, kembali bekerja setelah liburan bisa menjadi tantangan, terutama karena perubahan dari suasana santai kembali ke rutinitas yang menjemukan. Dalam artikel ini, redaksi mengajak Anda untuk mendalami perasaan umum yang mungkin saja Anda alami ketika kembali bekerja setelah liburan. Tidak hanya itu, ada beberapa strategi yang dapat Anda praktekkan untuk membantu menyesuaikan diri dengan lebih baik. Mari kita kupas satu persatu!

Pentingnya Mendalami Perasaan Pasca Liburan

Pasca euforia dan rehat yang panjang, kembali bekerja menjadi tantangan tersendiri. Baik bagi Anda yang menerapkan slow living atau workaholic, keduanya sama perlunya untuk mendalami perasaan pasca liburan. Ada 3 kemungkinan perasaan yang akan menyerang Anda pasca libur Lebaran:

1. Post-Holiday Blues: Merasa sedih atau sedikit depresi pasca libur adalah hal yang umum. Perasaan ini seringkali disebabkan oleh perubahan dari waktu santai dan bebas stres kembali ke tuntutan dan tekanan kerja sehari-hari. Perasaan ini bahkan bisa mulai saat liburan Anda belum berakhir. Ada kecenderungan memikirkan hal-hal yang membosankan hingga enggan untuk kembali bekerja bahkan sebelum kembali ke meja kerja. Perasaan ini jika tidak kita sadari akan berlarut-larut dan membawa kita ke dalam pusaran depresi.

BACA JUGA:  BMKG Imbau Waspada, Hujan Lebat Landa NTB Jelang Lebaran Idul Fitri 2024

2. Kesulitan Beradaptasi: Tidak jarang seseorang mengalami kesulitan untuk beradaptasi kembali dengan rutinitas kerja, terutama jika mereka telah menikmati waktu liburan yang panjang. Adaptasi disini multifaktor. Artinya, walaupun lingkungan kerja Anda sudah cukup familiar, namun Anda tetap perlu beradaptasi dengan sesuatu yang mungkin baru menurut Anda. Paling sederhana, adaptasi dengan kolega yang mendadak pamer setelah liburan, atau adanya perbedaan tempo kerja Anda dengan kolega.

3. Kecemasan tentang Produktivitas: Kemungkinan bahwa seseorang merasa cemas tentang  kembali bekerja dengan efisien dan produktif setelah cuti yang panjang tak terelakkan. Apalagi terkait pekerjaan yang selalu memiliki deadline atau target. Rasa cemas yang Anda abaikan malah akan memuncak dan mengganggu pada waktu yang tak terduga.

Strategi Kerja Pasca Libur

Terhadap 3 masalah utama yang sudah redaksi sebutkan, tentu ada jalan keluarnya. Perlu diingat, namanya juga strategi, pasti waktunya tidak instan. Apa saja strategi kerja yang perlu Anda lakukan?

  • Mengatur Prioritas: Ketika kembali bekerja, penting untuk mengatur prioritas dan menetapkan tujuan yang realistis untuk hari kerja pertama setelah liburan. Memiliki rencana yang jelas dapat membantu mengurangi rasa kewalahan.
  • Melakukan Transisi Bertahap: Jika memungkinkan, lakukan transisi bertahap kembali ke rutinitas kerja dengan memulai dengan hari kerja yang singkat atau bekerja dari rumah untuk beberapa hari pertama.
  • Berbagi Pengalaman: Berbicara dengan rekan kerja tentang pengalaman liburan juga bisa membantu. Tidak harus bernada pamer, hal sederhana yang menyenangkan sudah cukup. Berbagi cerita dan pengalaman liburan dapat membantu meredakan perasaan jenuh saat kembali ke rutinitas yang membosankan.
  • Olahraga dan Istirahat Cukup: Olahraga secara teratur dan mendapatkan istirahat yang cukup dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Pada gilirannya dapat membantu seseorang menyesuaikan diri dengan lebih baik dengan kembali bekerja. Berterima kasihlah pada peningkatan kadar hormon bahagia Anda pasca olahraga!
  • Menciptakan Pengaturan Kerja yang Menyenangkan: Membuat suasana kerja yang menyenangkan dengan hal sederhana dapat membantu memperbaiki suasana perasaan dan meningkatkan motivasi. Hal sederhana seperti mendekorasi ruang kerja, mendengarkan musik favorit, atau membawa bekal makanan yang Anda sukai dapat berperan positif.
  • Merencanakan Liburan Berikutnya: Merencanakan liburan berikutnya dapat memberikan sesuatu untuk dinantikan. Rasa penantian ini malah memotivasi Anda untuk bekerja lebih efisien dan mengurangi perasaan sedih setelah liburan usai.
BACA JUGA:  Pastikan Keamanan Mudik, Kapolda Bali Tinjau Pelabuhan Gilimanuk

Hadapi Perubahan dengan Keberanian

Meskipun kembali bekerja setelah liburan bisa menimbulkan perasaan campur aduk, dengan waktu dan kesabaran, sebagian besar kita dapat menyesuaikan diri kembali dengan rutinitas kerja. Penting untuk mengenali bahwa perasaan ini normal dan harus disadari. Mengabaikan suasana perasaan yang kurang menyenangkan malah menimbulkan emosi negatif kemudian hari. Jangan lupa, bahwa ada banyak strategi untuk membantu mengatasinya. Dengan sikap yang positif dan pendekatan yang baik, kembali bekerja setelah liburan bukan lagi menjadi momok yang menakutkan. (M-010)

TERKAIT