Kapal Tongkang Kandas, Perairan Ini Tercemar Batu Bara

Kapal bermuatan batubara kandas di Perairan Celukan Bawang, Desa Celukan Bawang, akibat mengalami kemiringan. 
Kapal bermuatan batubara kandas di Perairan Celukan Bawang, Desa Celukan Bawang, akibat mengalami kemiringan.  (Foto: M-003)

BULELENG,MENITINI.COM-Upaya dari pemilik untuk memperbaiki kapal tongkang yang bermuatan batubara seberat 9.722 ton milik pihak PLTU Celukan Bawang yang miring di perairan laut Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, tak membuahkan hasil.

Kapal tongkang itu semakin tenggelam akibat air sudah memenuhi kapal. Bahkan sebagian batubara di atasnya sudah jatuh ke laut akibat kandas dan terhantam gelombang.

Kondisi tersebut semakin membuat khawatir perairan laut sekitarnya tercemar batubara. Upaya pihak pemilik kapal yakni PT Trans Buana Sejahtera mendatangkan pihak ketiga yakni PT Buto untuk memperbaiki kebocoran kapal tongkang tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil dan sudah angkat tangan.

Atas kondisi itu, Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang telah melayangkan surat peringatan kepada pemilik kapal melalui PT Baruna Yovi Utama yang merupakan perwakilan PT Trans Buana Sejahtera.

Kepala KSOP Celukan Bawang, Made Oka mengatakan, kapal tongkang pengangkut batubara dalam kondisi kandas dan miring. “Kami telah minta agar segera dilakukan upaya perbaikan agar batubara segera bisa dievakuasi sebelum benar-benar jatuh ke laut dan mencemari perairan,” kata Oka. 

BACA JUGA:  Kasus Melandai, Isoter Asrama Undiskha Ditutup

Sementara itu Kapolsek Celukan Bawang, AKP Putu Edy Sukrayawan menjelaskan, kapal tongkang yang mengangkut 9.722 ton batu bara dengan nomor lambung TBS 3301 memang sengaja dikandaskan di perairan Celukan Bawang karena mengalami kemiringan. “Diambil tindakan dikandaskan supaya tidak semakin tenggelam. Ini untuk mengantisipasi tumpahnya batu bara kedalam laut,” ujar AKP Edy.

Dijelaskan AKP Edy, ribuan ton batu bara yang ada dalam kapal tersebut adalah milik PT KPC (Kaltim Prima Coal) yang rencananya digunakan PT General Energy Bali (GEB) selaku pengelola PLTU Celukan Bawang. Muatan itu ditarik dari Pelabuhan Sangata, Kalimantan Timur, untuk menuju Pelabuhan Celukan Bawang, pada Rabu (20/7) lalu.

BACA JUGA:  Warga di Buleleng Saling Serang Antar Tetangga

“Saat berlayar di sebelah barat daya Pulau Kangean, kapal terhempas gelombang setinggi 3 meter. Jadi muatan batubara ikut terhempas dan membuat muatan bergeser ke bagian kiri kapal. Jadinya muatan terkumpul ke sisi kiri, sehingga kapal pun mengalami berat sebelah hingga miring,” jelas AKP Edy.

Nahkoda kapal yakni Muhammad Kemaludin sempat melakukan koordinasi dengan PLTU Celukan Bawang. Dan kapal tersebut tiba di Perairan Celukan Bawang, Jumat (29/7) dalam kondisi miring. Hanya saja, PT GEB belum bisa melakukan proses bongkar muat lantaran stok batubara penuh, sehingga kapal TB Rimau hanya melakukan lego jangkar.

“Ya karena belum bisa dibongkar muat, kapal sengaja dikandaskan agar kapal tidak tenggelam dan menumpahkan muatan. Saya harap pihak terkait segera ambil tindakan. Kalau tidak cepat ditangani nanti batu bara bisa tumpah ke laut. Itu bisa mencemari lingkungan laut,” tandasnya. (M-003)