Jokowi Wacanakan Menteri Muda di KIK, Ini Reaksi PKB

Abdul Karding, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa

JAKARTA,MENITINI.COM- UU No. 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara secara terang benderang mengatur soal penempatan menteri kabinet adalah hak prerogatif presiden. Adapun, berdasarkan UU Kementerian Negara, juga mengatur bahwa kabinet berisi maksimal 34 kementerian.

Ini artinya, Presiden Jokowi akan mengangkat maksimal 34 menteri sebagai pembantu di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) masa kerja 2019-2024.  Selain itu, kalau mengacu pada Undang-Undang Kepemudaan, kalangan muda adalah mereka yang berusia maksimal 40 tahun.

Atas hak prerogatif itulah maka Presiden (dapat) mengangkat para pembantunya dalam hal ini Menteri Kabinet dari kalangan muda yang selanjutnya “Menteri Muda” dalam masa bakti 2019-2024.  Definisi menteri muda versi Presiden Jokowi tentu lebih kepada profesionalitas dan keahlian serta keberanian mengeksekusi kebijakan yang berpihak dan menguntungkan bangsa-negara, masyarakat Indonesia. 

BACA JUGA:  Teroris Lawanga Disebut Profesor, karena Pintar Rakit Bom Senter dan Termos Agar Tak Dicurigai

Menurut Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding, wacana pengangkatan Menteri Kabinet Indonesia Kerja (KIK) dari kalangan kaum muda/milenial bukan sekedar dari faktor usia tapi harus memiliki minimal tiga kriteria sebagaimana dimaksudkan Presiden Joko Widodo. 

“Muda juga bisa diartikan memiliki kompetensi. Kalau muda doang, cuma mengandalkan muda saja, percuma. Jadi, yang dibutuhkan adalah orang yang memiliki kompetensi pada bidangnya, bisa bekerja, bisa melakukan eksekusi,”kata Karding di Kompleks Parlemen, Jumat (2/8/2019). 

Berikut adalah kriteria Menteri Muda di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) versi PKB “Pertama, secara visi Indonesia harus bisa berperan lebih aktif dan memberi warna di era globalisasi. Karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia unggul, mandiri dan kompetitif. Jadi, yang paling utama digarisi oleh Pak Jokowi adalah soal penguatan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

BACA JUGA:  Dagang Tisu Berkedok Pengemis Resahkan Wisatawan, Diduga Terorganisir

Kedua, keinginan untuk memperbaiki fundamental ekonomi, terutama mengurangi defisit anggaran, termasuk impor yang begitu besar terutama di bidang energi yang luar biasa.  

“Ketiga, yang menjadi tantangan kedepan, yakni bagaimana memperkokoh persatuan dengan cara mengembangkan pemikiran-pemikiran terutama tafsir keagamaan, bukan hanya Islam. Jadi, tiga hal itu menjadi tantangan visi sekaligus tantangan bagi pemerintahan ke depan. Karakter kepemimpinan Jokowi itu adalah kerja keras dan tidak bertele-tele,” kata politikus PKB itu. 

“Jadi istilah dalam kriteria kementerian yang beliau sampaikan itu. saya penginnya adalah orang yang satu muda, kedua eksekutorial. Pertanyaannya, apakah dia bisa mengeksekusi semua langkah enggak? Kalau banyak program, terlalu banyak rencana, tapi tidak bisa dilaksanakan, percuma,” tutup Karding. domi lewuk.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*