Jaga Habitat Penyu, FP Unwar Gelar Beach Clean Up

FP Unwar Bersihkan Pantai Serangan Denpasar, Minggu (10/7/2022). M-006
FP Unwar Bersihkan Pantai Serangan Denpasar, Minggu (10/7/2022). fOTO: M-006)

DENPASAR, MENITINI-Rusaknya habitat penyu karena sampah, khususnya sampah plastik menjadi salah satu penyebab terganggunya kelestarian penyu. Dalam upaya menjaga kelestarian habitat penyu, Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP) dan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) melaksanakan beach clean up di Pantai Serangan, Denpasar, Minggu (10/7/2022).

Ketua Beach Clean Up Ni Kadek Agustini menyampaikan, beach clean up bukan hanya untuk menjaga kebersihan pantai dari sampah, tetapi juga dalam upaya mendukung pengembangan ekowisata. Apalagi Serangan merupakan salah satu daerah tujuan wisata dan tempat konservasi penyu.

“Jika pantai bersih dari sampah, seperti plastik maka wisatawan juga nyaman. Jika pantai bebas plastik ekosistem pantai juga terjaga,” kata Agustini saat dikonfirmasi di Pantai Serangan, Denpasar pada Minggu (10/7/2022).

BACA JUGA:  Denpasar Zona Merah, Kadisdikpora : Sekolah Jangan Paksakan PTM, Sanksi Tegas Bagi yang Membandel

Menurut Agustini, kegiatan ini juga merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga lingkungan. Mahasiswa juga sekaligus belajar dan mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di kampus.

Lurah Serangan, I Wayan Karma menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan oleh desa dalam upaya menjaga kebersihan pantai dan kelestarian penyu. Apalagi selama ini Bali diidentikkan sebagai daerah pembantai penyu.

“Upaya edukasi sudah kita lakukan melalui konservasi. Konservasi terumbu karang juga kita lakukan, harapanya nanti juga mendukung upaya menjaga kelestarian habitat penyu,” ujar Karma.

Karma mengakui tantangan dalam melakukan konservasi penyu di Desa Serangan saat ini adalah kurangnya dukungan dana operasional. Pendanaan kini hanya mengandalkan CSR dari perusahaan ataupun donatur dari pengunjung. M-006

BACA JUGA:  Korban DNA Pro di Bali Merugi Puluhan Miliar