DENPASAR,MENITINI.COM – Pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), mulai menerapkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai upaya memperkuat ketahanan air sekaligus merespons tantangan perubahan iklim.
Penerapan fasilitas pengolahan air laut ini ditujukan untuk menjamin keberlanjutan operasional pariwisata di The Nusa Dua, khususnya dalam memastikan ketersediaan air bersih yang stabil bagi tenant dan wisatawan.
Langkah tersebut juga menandai capaian penting bagi ITDC NU. Perusahaan yang merupakan entitas usaha di bawah ITDC itu tercatat sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi dengan teknologi modern.
Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, Anak Agung Istri Ratna Dewi, mengatakan penggunaan teknologi SWRO menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.
“Penerapan SWRO merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan air kawasan sekaligus menekan penggunaan air tanah. Dengan teknologi yang aman dan terukur, pasokan air bersih dapat terjaga tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengakuan dan izin resmi dari KKP menunjukkan bahwa inovasi ramah lingkungan dapat diterapkan seiring dengan efisiensi operasional serta standar layanan yang tinggi di kawasan pariwisata.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi hijau dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan industri pariwisata yang berkelanjutan,” kata Ratna Dewi.*
- Editor: Daton









