JAKARTA,MENITINI.COM — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar internasional melalui partisipasi dalam ajang NATAS Travel Fair 2026 yang digelar di Singapura. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing destinasi Indonesia sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, khususnya dari negara kota tersebut.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menyebut Singapura memiliki peran strategis sebagai salah satu pasar utama sekaligus pusat perjalanan (travel hub) di kawasan ASEAN. Menurutnya, tren perjalanan wisatawan Singapura kerap memengaruhi pergerakan wisata outbound di kawasan.
Dalam pameran yang berlangsung pada 27–29 Maret 2026 di Singapore Expo, Kemenpar menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia seluas 54 meter persegi dengan tema “Go Beyond Ordinary”. Paviliun ini menggandeng delapan pelaku industri pariwisata, mulai dari biro perjalanan hingga perhotelan, untuk menawarkan berbagai paket wisata unggulan.
Melalui konsep tersebut, Indonesia tidak hanya dipromosikan sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai pengalaman wisata yang lebih mendalam. Sejumlah produk unggulan yang ditawarkan meliputi wisata kuliner, kebugaran, bahari, hingga wisata ramah Muslim.
Selain itu, Kemenpar juga menonjolkan destinasi prioritas nasional, termasuk Labuan Bajo dan Mandalika, serta mengusung konsep pariwisata regeneratif yang menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan.
Di sisi digital, Kemenpar memperkenalkan inovasi teknologi Tourism 5.0 melalui MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia), asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempermudah wisatawan dalam merencanakan perjalanan secara digital.
Tak hanya promosi destinasi, ajang ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan rute penerbangan langsung terbaru dari Singapura ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Labuan Bajo, Semarang, Palembang, Medan, hingga Tanjung Pandan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei 2026.
Partisipasi Indonesia dalam pameran tersebut diproyeksikan mampu mencatatkan potensi transaksi hingga 272.371 dolar AS atau sekitar Rp4,3 miliar, dengan tambahan kunjungan sekitar 725 wisatawan mancanegara.
Kemenpar juga menargetkan keterlibatan Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 dapat menjangkau lebih dari 100 ribu pengunjung, sekaligus meningkatkan belanja wisatawan asing yang berdampak langsung pada penguatan sektor ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan langkah strategis Indonesia untuk semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan Asia Pasifik, dengan memanfaatkan peran penting Singapura sebagai pusat konektivitas dan perdagangan internasional. (M-011)
- Editor: Daton









