logo-menitini

Harga Minyak Goreng Mencekik, Rakyat Menjerit, Pemda Tak Berdaya

minyak goreng
Harga minyak goreng di Kota Ambon meroket, 1 liter Rp. 23.000 (M-IST)

Anehnya Pemda Maluku berdasarkan kewenangan yang ada masih acuh. Ini permainan para spekulan untuk menaikan harga kebutuhan rakyat tersebut untuk meraup keuntungan yang siknifikan. 

Hal ini disampaikan Peter Letelay. “Sesuai regulasi yang ada, Pemda Maluku harus proaktif, bukan membiarkan para distributor nakal bereaksi sesuai kemauan,” tandasnya.

Untuk itu Letelay mendesak Pemda Maluku tanggap terhadap Peraturan Menteri Perdagangan dimaksud, agar distributor tidak berspekulasi terhadap harga Migor itu.

BACA JUGA:  Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025 Lebih Cepat, Presiden Prabowo Tegaskan Kedaulatan Bangsa

Menurut Letelay, Migor di Maluku terpantau ada, tapi terkesan ada unsur pembiaran. “Masa barangnya ada, tapi di pasaran sulit didapat, ini sangat luar biasa permainan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, dua perusahaan tersebut memiliki stok minyak goreng yang dibeli dengan harga lama. “Parahnya lagi, ketika mereka menjual pada rakyat dengan harga baru tapi tidak ada perhatian. Ini keterlaluan, ujar sumber lain yang minta namanya dirahasiakan.  “Kalau Pemda Maluku lewat Disperindag acuh, resikonya rakyat menelan pil pahit,” ujarnya. M-009

BACA JUGA:  Inflasi Badung 2025 Lebih Terkendali, Bantuan Sosial Jelang Hari Raya Dinilai Efektif
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>