Sabtu, 18 Mei, 2024

Koordinator pemenangan DPP Partai Golkar untuk wilayah Bali-Nusra, Hj. Sari Yuliati (lima kanan) bersama Ketua DPD Golkar NTB Mohan Roliskana (tengah) bersama para kandidat bakal calon kepala daerah yang hadir dalam konsolidasi Partai Golkar menjelang Pilkada Serentak 2024. (Foto: Istimewa)

MATARAM,MENITINI.COM-DPD Partai Golkar NTB  menggelar konsolidasi dengan seluruh kader yang sudah diberikan penugasan sebagai bakal calon kepala daerah, baik untuk provinsi maupun 10 kabupaten/kota.

Partai berlambang pohon beringin tersebut terus bergerak memantapkan langkah dalam menghadapi perhelatan Pilkada serentak 2024.

Konsolidasi tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator pemenangan DPP Partai Golkar untuk wilayah Bali-Nusra, Hj. Sari Yuliati. 

Dalam kesempatan tersebut Sari memaparkan terkait mekanisme dan strategi bagi para kandidat Partai Golkar untuk bertarung di Pilkada nanti. Termasuk juga pembekalan perihal mekanisme survei internal yang akan dilakukan Partai Golkar dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami melakukan tahapan penentuan cakada (calon kepala daerah, red) tingkat II dan tingkat I. Tadi hadir semua yang sudah dapat surat tugas. Kami akan lakukan survei tiga tahap. Mulai 15-30 April, 15-30 Juni, 10-25 Agustus. Survei tahap ketiga ini cakada yang lengkap, bersama wakil dan parpol koalisi,” ujar Sari saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela konsolidasi berlangsung, Selasa (23/4/2024).

BACA JUGA:  Soal Oposisi, Sekjen PDIP: Kita Tunggu Perhitungan Resmi KPU

Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2 tersebut mengatakan bahwa partainya membuka diri kepada semua figur potensial yang ingin maju di Pilkada. 

Namun dalam menetapkan dukungannya, Partai Golkar punya mekanisme sendiri, salah satunya yakni akan merujuk pada hasil survei. “Golkar partai yang terbuka, siapapun warga negara yang mau maju kita terbuka dengan catatan mereka mengikuti mekanisme,” kata Sari.

Pada kesempatan itu, Sari juga menegaskan bahwa target Partai Golkar untuk pemenangan pilkada. Menurutnya Golkar NTB punya potensi untuk meraih kemenangan maksimal di seluruh pilkada, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Keyakinan itu didasarkan dari hasil pileg 2024, di mana Golkar keluar jadi partai pemenang pemilu di NTB.

“Target DPP Golkar untuk seluruh pilkada serentak se Indonesia, minimal menang 60 persen, di NTB kami ikut, kan itu minimal. Tapi kami juga tetap target realistis dan proporsional, sesuai raihan di tiap kabupaten/kota,” tegas  Sari.

BACA JUGA:  Ketua Golkar Berharap Koalisi Indonesia Maju Berlanjut di Pilkada Badung

Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. Mohan Roliskana mejelaskan bahwa konsolidasi dengan seluruh bakal calon kepala daerah dari partai Golkar tersebut dilakukan untuk memberikan pengarahan terkait kerja-kerja politik figur dalam mendongkrak popularitas dan elektabilitas. 

Nantinya, hasil kerja-kerja politik para kandidat tersebut akan terlihat dari hasil survei.

“Tadi seluruh cakada diberi arahan tentang tahapan awal menuju pilkada, ada kerja-kerja politik yang harus dilakukan. Ada isu-isu yang mesti disampaikan yang memang menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pilkada,” ujar Mohan. 

Dalam konsolidasi tersebut, para kandidat juga diberikan pengarahan dari konsultan politik LSI Denny JA.

Menurut Mohan bahwa konsolidasi tersebut menunjukkan Partai Golkar NTB sangat serius menatap Pilkada 2024. Karena itu seluruh kader yang sudah diberikan penugasan sebagai bakal calon kepala daerah diminta untuk mulai bergerak melakukan kerja-kerja politik. Sehingga kemenangan bisa diraih.

BACA JUGA:  Pengamat Sebut, Nihil Batalkan Kemenangan Prabowo-Gibran

“Kami ingin leading semua, baik di posisi kepala daerah maupun wakil kepala daerah. Sehingga kader-kader yang sudah diberikan penugasan agar mulai bekerja dengan serius. Karena nanti akan kami evaluasi lewat survei. Hasil survei akan menjadi catatan kami, setiap kali survei ada evaluasi,” papar Mohan.

Adapun kandidat bakal calon kepala daerah yang hadir dalam konsolidasi tersebut, mulai dari calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB, Mohan Roliskana sendiri, kemudian Lalu Gita Ariadi, Indah Damayanti Putri, hanya Suhaili yang tidak tampak hadir. Sementara seluruh calon kepala daerah kabupaten/kota se NTB juga turut hadir. (M-003)

  • Editor: Daton