Jumat, 12 Juli, 2024
Ilustrasi anjing

Ilustrasi anjing. (Foto: Kronologi.id)

MANGUPURA, MENITINI.COM-Anjing yang menggigit beberapa orang di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, termasuk salah seorang wartawan. Dinas Pertanian dan pangan langsung mengeksekusi anjing tersebut untuk dilakukan pengujian cairan otak oleh Balai Veteriner Denpasar. Hasilnya pun telah keluar dan dinyatakan positif rabies.

 “Ya memang hasil lab menunjukkan positif. Untuk itu terhadap anjing yang menggigit sudah kita eliminasi,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dipertan) Badung I Wayan Wijana saat dikonfirmasi, Rabu (15/3/2023). 

Setelah melakukan eliminasi pada anjing yang menggigit tiga korban, kemarin 2 ekor anjing liar kembali dieliminasi. “Karena diduga sering kontak langsung dengan anjing yang menggigit, dua ekor anjing liar kembali kita eliminasi hari ini (kemarin),” jelasnya.

BACA JUGA:  Cara Mendapatkan Vaksin DBD di Indonesia

Pihaknya juga telah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap anjing-anjing yang masih berkeliaran di kawasan Puspem untuk divaksin, dan kalau tidak ada pemilik akan direlokasi. Lebih lanjut ditambahkannya, sejumlah anjing liar di sekitar Gedung Budaya juga telah direlokasi. 

“Karena kawasan Puspem adalah kawasan terbuka, anjing liar dan anjing berpemilik di kawasan puspem sulit diawasi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kabag Umum untuk meningkatkan pengawasan terhadap anjing liar oleh satpam atau security,”paparnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seekor anjing liar yang keseharianya lebih banyak di kantor DPRD Badung menggigit tiga orang warga. Ketiga korban langsung mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). (M-003)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Boehringer Ingelheim Membuka Program Vaksinasi STOP Rabies di Gianyar