Ia menilai langkah ini mendesak mengingat pertumbuhan kendaraan di kawasan wisata semakin tinggi dan tidak lagi sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia.
“Kalau ini tidak dilakukan sekarang, kedepannya bisa berdampak serius terhadap layanan transportasi, terutama bagi wisatawan yang datang ke Badung,” ujarnya.
Selama masa uji coba, pendekatan yang diterapkan masih bersifat persuasif. Penindakan belum dilakukan secara tegas karena masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat.
“Penindakan belum kami lakukan secara tegas karena ini masih tahap sosialisasi. Tapi jika nanti ditetapkan definitif, tentu akan ada penegakan bersama kepolisian dan forum lalu lintas,” katanya.
Ngurah Rai berharap masyarakat dapat memberikan waktu untuk proses penyesuaian. Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan evaluasi sembari menyiapkan penyempurnaan infrastruktur pendukung.
“Kami berharap masyarakat bisa memberi ruang untuk penyesuaian. Tujuan utama kebijakan ini adalah memberikan layanan lalu lintas yang lebih baik bagi masyarakat dan mendukung kawasan pariwisata Badung,” pungkasnya.









