Diduga Mabuk Dua Polisi Senior Aniaya Bripda Rahmad

Akibat Dugaan penganiayaan dua siniornya, Bripda Rahmad Gazali di rawat di RSUD Chasan Boesoerie Ternate.
Akibat Dugaan penganiayaan dua siniornya, Bripda Rahmad Gazali di rawat di RSUD Chasan Boesoerie Ternate. (Foto: M-009)

MALUKU UTARA, MENITINI.COM – Seorang anggota Sabhara Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara diketahui bernama Bripda Rahmad Gazali diduga dianiaya oleh dua polisi seniornya.

Ibu korban yang bernama Yati Idrus menuturkan, dua anggota polisi senior yang diduga dalam kondisi mabuk tersebut menganiaya anaknya tanpa alasan yang jelas pada Sabtu (14/1/2023) lalu.

Penganiayaan tersebut diduga terjadi saat sang anak sedang melaksanakan piket di Mapolda Maluku Utara. Tiba-tiba enam polisi senior mendatangi korban sekitar pukul 01.30 WIT. Dua di antaranya diduga melakukan penganiayaan.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Bripda Rahmad mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoerie Ternate.

Ibu korban mengatakan, menurut pengakuan Bripda Rahmad, penganiayaan dari sejumlah senior tersebut sudah beberapa kali dialami oleh anaknya. Namun korban tidak melapor karena khawatir mendapat penganiayaan yang lebih berat.

BACA JUGA:  Selisih Paham dengan Cewek Michat, Oknum Polisi Tewas Ditusuk

Ibunya berharap agar pimpinan Polda Maluku Utara mengusut tuntas peristiwa kekerasan yang dialami oleh anaknya.

“Ia juga berharap agar kasus serupa tidak terjadi lagi terhadap anggota polisi lainnya,” ucapnya,  Selasa (17/1/2023).

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara Komisaris Besar Polisi Michael Irwan Thamsil menjelaskan, orangtua Bripda Rahmad telah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Tentunya dengan adanya laporan dari orang tua korban atas kasus dugaan penganiayaan tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, kini kasusnya dalam proses pengusutan,” ucap Michael.

Jika para senior terbukti menganiaya Bripda Rahmad, mereka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. (M-009)

BACA JUGA:  Jangan Sampai STNK Mati, Bisa-bisa Kendaraan jadi Bodong