Dianggap Menghalang-halangi Penyidikan, Penasehatan Hukum PT Palma Satu Ditahan

Dianggap menghalang-halangi penyidikan, Penasehatan Hukum PT Palma Satu Ditahan. (foto: ist)

JAKARTA,MENITINI.COM-Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menetapkan tersangka kepada DFS selaku Penasihat Hukum PT Palma Satu dalam perkara tindak pidana korupsi kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu.

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/08/2022) Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Ketut Sumedana mengatakan, DFS disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

DFS ditetapkan sebagai TERSANGKA berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan Nomor: TAP-48/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 25 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Sidang Perkara Asuransi Jiwasraya, Ini Tuntutan JPU Terhadap Korporasi PT OSO

Untuk mempercepat proses penyidikan, Tersangka DFS dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Nomor: PRIN-37/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 25 Agustus 2022 di Rutan Klas I Jakarta Pusat selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 25 Agustus 2022 s/d 13 September 2022. (RLS/K.3.3.1)