logo-menitini

Deteksi Dini Katarak Jadi Kunci Cegah Kebutaan, Warga Desa Lebih Jalani Pemeriksaan Mata Gratis

Seorang warga lanjut usia menjalani pemeriksaan mata dalam kegiatan layanan kesehatan mata gratis di Bale Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Gianyar, Selasa (6/1/2025).
Seorang warga lanjut usia menjalani pemeriksaan mata dalam kegiatan layanan kesehatan mata gratis di Bale Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Gianyar, Selasa (6/1/2025). (Foto: Istimewa)

“Gejala katarak sering berkembang perlahan dan tidak disadari pada tahap awal. Banyak penderita baru memeriksakan diri ketika penglihatan sudah sangat terganggu,” ujar Ariyuni.

Ia memaparkan sejumlah tanda awal katarak yang patut diwaspadai, seperti pandangan terasa berkabut, silau berlebihan terutama saat malam hari, warna objek tampak memudar atau menguning, penglihatan ganda pada satu mata, serta kebutuhan mengganti kacamata secara berulang. Risiko katarak meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun, serta pada penderita diabetes, perokok, konsumsi alkohol berlebih, pola makan tinggi gula, paparan sinar ultraviolet tanpa pelindung, dan penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.

BACA JUGA:  Antisipasi Super Flu Masuk Bali, Bandara Ngurah Rai Pasang Thermo Scanner

Ariyuni menegaskan, hingga kini belum ada obat tetes atau suplemen yang mampu menghilangkan katarak. “Jika sudah terdiagnosis katarak, satu-satunya metode efektif adalah tindakan operasi,” jelasnya.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>