“Gejala katarak sering berkembang perlahan dan tidak disadari pada tahap awal. Banyak penderita baru memeriksakan diri ketika penglihatan sudah sangat terganggu,” ujar Ariyuni.
Ia memaparkan sejumlah tanda awal katarak yang patut diwaspadai, seperti pandangan terasa berkabut, silau berlebihan terutama saat malam hari, warna objek tampak memudar atau menguning, penglihatan ganda pada satu mata, serta kebutuhan mengganti kacamata secara berulang. Risiko katarak meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun, serta pada penderita diabetes, perokok, konsumsi alkohol berlebih, pola makan tinggi gula, paparan sinar ultraviolet tanpa pelindung, dan penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.
Ariyuni menegaskan, hingga kini belum ada obat tetes atau suplemen yang mampu menghilangkan katarak. “Jika sudah terdiagnosis katarak, satu-satunya metode efektif adalah tindakan operasi,” jelasnya.









