“Ada 14 bab yang total halaman bisa sampai ratusan halaman untuk menyiapkan. Ini berlangsung dari bulan Maret sampai dengan November 2025,” ungkapnya.
Terkait proses penilaian, Surya Prabawa menyebutkan tim penilai melibatkan wartawan nasional, unsur intelijen, serta Direktur Jenderal Bina Desa dari kementerian terkait. Meski meraih prestasi tertinggi, pihaknya menegaskan tidak akan berpuas diri dan tetap melakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Kami siap menerima kunjungan, karena pasti akan banyak desa-desa yang berkunjung untuk belajar. Karena kemarin sebelum penilaian pun kami sudah menerima banyak desa-desa sebalik, yang mungkin akan mewakili kebupatan masing-masing,” terangnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat desa dan lembaga desa atas kerja keras yang telah dilakukan. Menurutnya, euforia atas capaian juara pertama merupakan hal wajar, namun tetap harus dibarengi dengan komitmen untuk terus berbenah.
“Namanya juara satu, euforia pasti ada, karena bagaimanapun teman-teman di perangkat desa, ada lembaga yang sudah bekerja dengan luar biasa, yang sudah luar biasa. Kedepan tentu saja banyak hal yang harus kita perbaiki,” imbuhnya.*
- Editor: Daton









