Cucu Bung Karno Ini Disambut Meriah di Pecatu, Ada Apa?

Puan Maharani tampak dikerumuni siswa dan diajak untuk berfoto bersama dalam acaraSosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu Melalui Festival Genre di Wantilan Desa Adat Pecatu, Badung, Selasa (30/8/2022).
Puan Maharani tampak dikerumuni siswa dan diajak untuk berfoto bersama dalam acaraSosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu Melalui Festival Genre di Wantilan Desa Adat Pecatu, Badung, Selasa (30/8/2022). (foto: ist)

PECATU, MENITINI.COM – Salam Genre bergema menyambut kedatangan Ketua DPR RI,  Puan Maharani dalam acara Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu melalui Festival Genre di Wantilan Desa Adat Pecatu, Badung, Selasa (30/8/2022).

Tari Panyembrama dipentaskan menyambut kehadiran Puan Maharani bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dan tamu undangan lain.

Dalam acara itu, Puan Maharani juga berbincang dengan Duta Genre Desa dan juga perwakilan remaja yang hadir dalam acara itu. Puan Maharani juga memberikan hadiah bagi remaja ini, berupa televisi dan sepeda. “Saya baru pertama kali bertemu dengan remaja sebanyak ini di Bali,” kata Puan.

Menurutnya, remaja saat ini disebut generasi Z yang dianggap generasi terakhir. Namun bagi Puan, generasi Z ini adalah titik awal bangkitnya kejayaan bangsa Indonesia. Karena ini adalah generasi emas yang merupakan generasi cerdas dan mengharumkan nama Indonesia.

BACA JUGA:  Dituding Tak Turba Karena Tak Ada Bansos, Ini Jawaban Wakil Ketua Banggar

Puan juga menilai, remaja saat ini dari segi bahasa nyambung, tidak bertele-tele dan penuh semangat. Bahkan, sangat pandai berbicara. “Saya saat menjadi Menko PMK pernah berbicara dengan Pak Hasto Wardoyo untuk merencanakan bertemu dengan anak muda dengan turun langsung, sehingga kira-kira apa yang akan dilakukan oleh BKKBN,” tuturnya.

Puan juga menilai, Triad KRR sangat penting karena mempunyai rencana siap lahir batin hingga mental. “Seorang calon ibu itu melahirkan dan sehat, terutama 1000 hari pertama kehidupan itu penting dilakukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Puan Maharani meminta BKKBN untuk masuk ke sekolah-sekolah dan juga perguruan tinggi dalam mensosialisasikan terkait Genre. “Sosialiasikan program-program pemerintah yang menuju generasi emas 2045,” pintanya.

Sebelumnya, Bintang Puspayoga mengatakan, Puan Maharani adalah inspirasi perempuan Indonesia. Karena tidak ada yang tidak mungkin yang bisa dilakukan perempuan, dan itu telah dibuktikan oleh putri dari Megawati Soekarno Putri Ini. “Ibu Puan Maharani adalah perempuan pertama di Indonesia yang menjadi Ketua DPR RI,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Hak Politik Tidak Dicabut dan Hukuman Ringan, KPK Ajukan Banding atas Vonis Eka Wiryastuti

Bintang Puspayoga yang juga Bunda Genre ini juga menyampaikan acara ini sangat spesial karena dihadiri langsung Puan Maharani yang menyapa generasi Bali. “Duta Genre itu menyiapkan SDM yang berkualitas sehat fisik dan berkualitas serta bebas stunting,” ungkapnya.

Dia menambahkan, stunting masih menjadi isu nasional. Upaya penurunan tidak mudah, sehingga memerlukan sinergi hingga ke akar rumput. “Adanya Duta Genre untuk menurunkan dan mencegah stunting, maka tidak ada yang tidak mustahil,” ujarnya.

Sementara itu, Hasto Wardoyo menyampaikan Duta Genre penting karena akan mencegah stunting melalui Forum Genre. “Triad KRR ini tidak menikah di usia dini, tidak sek bebas, dan tidak napza. Sehat, cerdas, dan ceria. Jadi saatnya yang muda yang berbicara,” ujarnya.

BACA JUGA:  Yan Permenas: Binda Bali dapat Bersinergi dengan Pemda Dorong Pemulihan Pariwisata

Hasto juga mengapresiasi Kabupaten Badung yang menjadi kabupaten terendah angka stunting di Indonesia. “Stunting sudah pasti pendek, namun pendek bukan berarti stunting. Stunting itu tidak cerdas, dan mudah sakit-sakitan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyampaikan selamat datang kepada Puan Maharani dan juga Menteri Bintang Puspayoga. Menurutnya, Gerakan stunting sudah menjadi rencana besar di Bumi Keris ini. “Dari survei, kami di Badung berada di angka 8,7 persen SSGI 2021. Persentase ini lebih rendah dari nasional yang mencapai 24,4 persen. Semoga stunting bisa kita lewati Bersama,” pungkasnya. M-003