“Batako tembok yang roboh sempat mengenai kepala dan punggung korban saat ia berlari keluar rumah,” ujar Merti.
Warga sekitar yang mendengar suara dentuman keras langsung keluar rumah untuk mengecek keadaan. Melihat korban dalam kondisi terluka, warga segera memberikan pertolongan dan menghubungi ambulans.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar ke RS Bali Royal Hospital Denpasar untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi memastikan kondisi korban telah membaik dan tidak mengalami luka serius.
Selain rumah Ni Nyoman Murni, rumah milik Wayan Renguk (66) juga mengalami kerusakan setelah atap seng terangkat dan tembok bagian kiri roboh. Saat kejadian, Wayan Renguk bersama enam anggota keluarganya berada di dalam rumah.
“Kami semua langsung lari keluar. Saya amankan cucu saya yang masih balita. Untungnya tembok roboh setelah kami di luar rumah,” ungkapnya.
Akibat kerusakan tersebut, Wayan Renguk dan keluarganya sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Aparat kelurahan telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan warga terdampak.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Tomiyasa, mengatakan angin puting beliung di wilayahnya mengakibatkan sedikitnya 25 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.









