logo-menitini

China Keberatan Rencana AS Ambil Minyak Venezuela

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia)

JAKARTA,MENITINI.COM – Pemerintah China menyatakan penolakan terhadap rencana Amerika Serikat mengambil 30–50 juta barel minyak dari Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Beijing menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.

Dilansir Kantor Berita Antara, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan Venezuela merupakan negara berdaulat yang memiliki hak penuh atas sumber daya alamnya. Ia menilai permintaan AS merusak hak rakyat Venezuela dan mengancam stabilitas rantai pasok global.

BACA JUGA:  Indonesia - Australia Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Prabowo: Pilar Stabilitas Indo-Pasifik

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim otoritas sementara Venezuela telah menyepakati penyerahan minyak tersebut. Trump menyebut hasil penjualan minyak akan berada di bawah kendali Presiden AS dan digunakan untuk kepentingan Venezuela serta Amerika Serikat.

Data perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA, menunjukkan ekspor minyak negara itu mencapai 952 ribu barel per hari pada November 2025, sebelum blokade militer AS diberlakukan. Sekitar 81 persen ekspor minyak Venezuela saat itu dikirim ke China.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>