Kamis, 18 Juli, 2024

Ilustrasi satgas pangan. (Foto: Net)

JAKARTA,MENITINI.COM-Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengantisipasi adanya pedagang yang menjual beras medium dengan harga premium untuk mendapatkan keuntungan lebih besar, dengan melakukan pengecekan di pasar-pasar.

“Kami sedang melakukan pengecekan pasar-pasar dan terakhir memeriksa apakah ada pelanggaran dalam hal mengubah beras dari kategori medium menjadi premium. Ini yang merugikan masyarakat, karena harganya premium padahal berasnya medium,” kata Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Whisnu Hermawan seperti dikutip dari Humas Polri, Jumat (6/10/2023).

Permasalahan serupa pernah terjadi beberapa bulan lalu di Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, di mana kemasan beras medium dipasarkan sebagai beras premium. Whisnu mengungkapkan bahwa ia telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk menyelidiki kasus-kasus semacam itu dan berharap agar pelanggaran serupa tidak terulang.

BACA JUGA:  KTT WWF ke-10, Kakorlantas Siapkan Kendaraan Listrik Untuk Pengawalan VVIP

Selain itu, Satgas Pangan Polri juga sedang melakukan pengecekan terhadap jumlah panen beras di berbagai daerah dan jumlah padi yang masuk ke penggilingan beras. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok beras yang memadai di beberapa wilayah saat musim kemarau atau El Nino.

“Masalah utamanya adalah El Nino. Saat El Nino, kita seharusnya memiliki panen besar, dengan target produksi sekitar 31 juta ton, namun akibat El Nino, produksi berkurang sekitar 5-10 persen karena gagal panen,” ujarnya.

Meskipun demikian, Whisnu menegaskan bahwa stok beras masih mencukupi berkat impor beras dari luar negeri. Selain mengurangi produksi beras, El Nino juga telah menyebabkan kenaikan harga beras di beberapa wilayah.

BACA JUGA:  Kapolri Beri Penghargaan kepada Casis Bintara yang Jarinya Putus karena Melawan Begal

Dalam upaya mengatasi dampak El Nino, Satgas Pangan Polri bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan, untuk melaksanakan operasi pasar di daerah, terutama untuk mengendalikan harga di tingkat produsen.

“Kami memberikan insentif kepada petani berupa pupuk dan pemilihan varietas tanaman yang lebih baik, sehingga hasil panen padi akan lebih optimal,” pungkasnya.

  • Sumber: Humas Polri
  • Editor: Daton