logo-menitini

Bupati Badung Salurkan Bantuan Banjir di Kuta, Tekankan Pentingnya Mitigasi dan Kelestarian Lingkungan

Bupati Wayan Adi Arnawa menyalurkan bantuan logistik di Posko Penanganan Bencana, Kantor Camat Kuta, Minggu (14/9).
Bupati Wayan Adi Arnawa menyalurkan bantuan logistik di Posko Penanganan Bencana, Kantor Camat Kuta, Minggu (14/9). (Foto: Humas Badung)

BADUNG,MENITINI.COM-Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kuta, Minggu (14/9). Penyerahan bantuan dilakukan di Posko Penanganan Bencana, Kantor Camat Kuta, sekaligus meninjau langsung kondisi pascabencana.

Bantuan berupa paket sembako tersebut diberikan sebagai langkah tanggap darurat. Namun, Adi Arnawa menekankan bahwa peristiwa banjir ini juga harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat tata kelola ruang, mitigasi bencana, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Badung.

“Bencana ini peringatan keras bagi kita semua. Selain menyalurkan bantuan, kami juga hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Ke depan, pola hidup dan perilaku kita harus lebih berpihak pada kelestarian lingkungan. Data yang akurat akan jadi pondasi utama dalam menentukan efektivitas intervensi kebijakan di lapangan,” ujar Adi Arnawa.

Bupati meminta camat beserta jajarannya segera melengkapi data terdampak melalui BPBD, agar distribusi bantuan maupun intervensi pascabencana bisa tepat sasaran. Ia juga menegaskan, arah pembangunan Badung harus mengedepankan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan daya dukung lingkungan, sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Gubernur Bali.

BACA JUGA:  Tembus Usia 101 Tahun, Lansia di Badung Dapat Penghargaan dari Bupati

“Tanpa ekologi yang terjaga, keberlanjutan pembangunan dan citra Badung sebagai destinasi wisata internasional akan terancam. Karena itu, ruang terbuka hijau akan jadi prioritas strategis, khususnya di kawasan padat pembangunan seperti Kuta Utara hingga Badung Selatan,” tegasnya.

Adi Arnawa menjelaskan, banjir kali ini dipicu curah hujan ekstrem dan diperparah faktor teknis, yakni penyempitan saluran air di kawasan Sentral Parkir Kuta. Untuk mengatasinya, Pemkab Badung menyiapkan rencana pembebasan lahan seluas satu are pada 2026 dengan anggaran Rp6 miliar. Langkah ini dilakukan agar saluran air bisa dilebarkan sehingga aliran menuju laut lebih lancar.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menjalankan program penghijauan di hulu sungai, pembangunan sodetan baru, serta evaluasi izin bangunan di bantaran sungai yang berpotensi mempersempit aliran. Bupati juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai, termasuk soal sampah.

BACA JUGA:  Perumda Tirta Mangutama Mulai Tuntaskan Masalah Air Bersih di Badung Selatan

Kepala BPBD Badung I Wayan Darma melaporkan, hingga 13 September 2025 tercatat 73 kepala keluarga terdampak banjir di Kecamatan Kuta, yakni 50 keluarga di Kelurahan Kuta dan 23 keluarga di Kelurahan Legian. Jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring pembaruan data di lapangan.

“Pemkab Badung telah melakukan penanganan masif, mulai dari pendataan kerusakan bangunan, infrastruktur jalan, hingga kegiatan pembersihan. Berdasarkan data itu, pemerintah akan memberikan bantuan perbaikan bangunan warga terdampak untuk meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Selain di Kecamatan Kuta, bantuan juga disalurkan kepada warga di Kuta Utara (50 penerima manfaat di Kantor Lurah Kerobokan) serta di Mengwi (52 penerima manfaat di Kantor Desa Mengwitani).

Penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua DPRD Badung I Gst Anom Gumanti, anggota DPRD I Nyoman Graha Wicaksana dan I Wayan Puspa Negara, Kadiskes dr. Made Padma Puspita, Camat Kuta D. Ngr Bayudhewa, serta para lurah se-Kecamatan Kuta.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>