BADUNG, MENITINI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) fokus menyelesaikan persoalan strategis masyarakat, bukan sekadar mengejar realisasi anggaran. Program pemerintah daerah harus memberikan dampak nyata, terutama dalam penanganan berbagai persoalan yang memengaruhi kualitas pariwisata dan kehidupan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Adi Arnawa saat memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 periode Januari–September, di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Badung, Selasa (20/10/2026).
Dalam rapat tersebut, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan III 2026 tercatat mencapai 89,23%. Meski mengapresiasi capaian tersebut, Adi Arnawa mengingatkan agar angka realisasi tidak menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan program pemerintah.
“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang menjadi prioritas Pemkab Badung, yakni kemacetan lalu lintas, akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, serta penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.
Menurut Adi Arnawa, penyelesaian persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pariwisata berkualitas sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, setiap OPD diminta memahami kondisi di lapangan dan memastikan program yang disusun menjawab kebutuhan masyarakat.

