BI Sumbang 6 Ribu Bibit Cabe Kendalikan Inflasi

Penyerahan 6 ribu bibit cabe secara simbolis di Buleleng, Jumat (14/10/2022).
Penyerahan 6 ribu bibit cabe secara simbolis di Buleleng, Jumat (14/10/2022). (Foto: M-006)

DENPASAR, MENITINI.COM-Pemkab Buleleng bersama Bank Indonesia (BI) bersinergi untuk mengendalikan inflasi. Bertempat di ruang auditorium pasca sarjana Universitas Pendidikan Ganesha Buleleng, Bank Indonesia menyerahkan bantuan 6.000 bibit cabai kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng yang dihadiri oleh Anggota DPR-RI Dapil Provinsi Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, G. A. Diah Utari, Penjabat Bupati Kabupaten Buleleng, Ketut Lihadnyana; Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Paramita Lihadnyana, Anggota TPID Kabupaten Buleleng, Jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan, serta OPD terkait. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari kegiatan urban farming. 

Kegiatan diawali dengan sosialisasi digitalisasi Sistem Pembayaran (SP) yang diikuti oleh lebih dari 400 peserta secara daring dan luring. Sosialisasi tersebut terkait dengan perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia seperti QRIS, BI-Fast, dan sebagainya. Diharapkan sosialisasi kepada peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan respons yang diperlukan untuk SP digital. Bank Indonesia berkerja sama dengan salah satu Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba transaksi pembayaran menggunakan QRIS. 

BACA JUGA:  Di Kuta, Belasan Money Changer Tak Berizin Ditutup Petugas Gabungan

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali G. A. Diah Utari menyampaikan, bibit cabai yang dialokasikan untuk Kabupaten Buleleng sebanyak 6.000 bibit cabai mengingat kondisi geografis Kabupaten Buleleng merupakan yang terluas dibandingkan kota/kabupaten lainnya di Provinsi Bali. Diharapkan program tanam cabai di perkarangan rumah tangga, dapat mengisolasi rumah tangga terhadap dampak kenaikan harga cabai yang perlu diantisipasi ke depan seiring adanya event besar puncak G20, perayaan Natal dan Tahun Baru dan periode liburan.   

Diah juga mengapresiasi program pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPID Kabupaten Buleleng seperti pelaksanaan operasi pasar, manajemen produksi dan lainnya dalam mengatasi gejolak harga, khususnya pada volatile food. Upaya tersebut turut menyumbangkan stabilitas harga pangan yang tercermin pada inflasi volatile food di Kabupaten Buleleng pada bulan September 2022 sebesar -3,29% (mtm). 

BACA JUGA:  Geger, Mayat Tanpa Busana Mengambang di Pantai Desa Les, Buleleng

Di kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Kabupaten Buleleng, Ketut Lihadnyana menyampaikan, Kabupaten Buleleng merupakan daerah penghasil dan pengguna dari komoditas pangan. Oleh karena itu upaya pengendalian inflasi yang dilakukan juga berbeda. Upaya perlu dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Di sisi hulu, menajemen produksi dengan mengatur pola tanam dengan memperhatikan tren pasokan dan harga. Di sisi distribusi juga perlu dijaga agar ketersediaan pasokan di pasar tetap terjamin sehingga ekspektasi konsumen tetap terjaga. Di sisi hilir pelaksanaan operasi pasar dilakukan secara konsisten dan terukur. 

Ketut menambahkan, manajemen pola tanam dapat dilakukan di lahan-lahan terbatas melalui lembaga masyarakat seperti Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hal tersebut mempertimbangkan struktur organisasi PKK merupakan yang terlengkap dari pusat sampai dusun/desa. Dengan struktur yang lengkap tersebut, diharapkan program pengendalian inflasi dapat menjangkau daerah lebih luas. 

BACA JUGA:  Ground Breaking Tol Jagatkerti Gilimanuk - Mengwi, Ditarget Rampung Tahun 2025

Sejalan dengan Penjabat Bupati Kabupaten Buleleng, Anggota DPR-RI Dapil Provinsi Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan bahwa Kelancaran distribusi merupakan hal yang penting dalam pengendalian inflasi. Perlu diantisipasti praktik tidak bertanggung jawab dengan menahan suplai komoditas yang dapat mengakibatkan kenaikan harga dan menguntungkan sebagian pihak. Agung juga mengajak setiap peserta untuk turut membangun ketahanan pangan dari lingkungan masing-masing serta mengingatkan bahwa pengendalian inflasi merupakan tugas kita bersama bukan hanya pemeriantah. (M-006)