DENPASAR,MENITINI.COM – Pemerintah Provinsi Bali mulai menggeser arah kebijakan pariwisata dari sekadar mengejar lonjakan jumlah wisatawan menuju pengendalian kunjungan berbasis kualitas. Mulai 2026, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali akan diseleksi lebih ketat, salah satunya melalui pengecekan kemampuan finansial.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, salah satu indikator utama pariwisata berkualitas adalah kesiapan ekonomi wisatawan. Karena itu, pemerintah daerah tengah merancang kebijakan yang mewajibkan wisman menunjukkan riwayat saldo tabungan dalam periode tertentu sebelum masuk ke Bali.
“Yang diperhatikan bukan hanya datang atau tidak, tetapi berapa uangnya dalam tiga bulan terakhir di buku tabungan,” kata Koster dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat (2/1/2026).
Tak hanya soal finansial, Pemprov Bali juga akan melakukan verifikasi terhadap durasi tinggal serta tujuan aktivitas wisatawan selama berada di Pulau Dewata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap kunjungan terkontrol dan sejalan dengan aturan kepariwisataan daerah.









