Bali Jokowi Mati Punya

Gubernur Bali Wayan Koster menyapa Presiden Jokowi
Gubernur Bali Wayan Koster menyapa Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo saat dialog dengan tokoh masyarakat di Gedung Pusat Kesenian Bali Jumat (22/3) malam.

DENPASAR, MENITINI.COM – Hari Jumat, 22 Maret 2019 Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widododo datang ke Bali. Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga dan sejumlah pejabat negara. Sejumlah agenda dipersiapkan untuk Presiden Jokowi. Meresmikan dan blusukan ke Pasar Badung. Dan yang menggetarkan  adalah Presiden Jokowi disambut 2000 penari pendet.

Secara jumlah pemili Bali memang tak besar. Bila dibandingkan Jawa Barat, Jateng dan Banten Bali hanya seujung Kuku. Pemilih Bali hanya 1,497 Juta pemilih. Tidak sampai 1,5 juta.

Mengapa masyarakat Bali memilih Jokowi? Apa Arti Jokowi Bagi Masyarakat Bali? Tidak bisa dipungkiri itu karena PDIP di Bali adalah basisnya. PDI Perjuangan menguasai Bali. Mulai Gubernurnya dan 7 Kabupaten Kota dipegang partai banteng dalam lingkaran ini. Hanya Klungkung dan Karangasem bupati dari, Gerindra dan Nasdem.

Selain karena Partai PDIP, karakteristik masyarakat Bali dengan Jokowi lebih sama, terwakili. Jokowi dikenal santun, ramah dan merakyat. Masyarakat Bali suka akan model demikian. Sehingga ini membuat Jokowi menang telak di Bali.

BACA JUGA:  ETOS Institute Ungkap Dua Kegagalan Airlangga

Lalu bagaimana pembangunan di Bali sejak Jokowi menjadi presiden?

Nyaris tidak ada pembangunan besar dari pusat  ke Bali. Toh walaupun ada bendungan di Buleleng itu melanjutkan era SBY.

Tapi masyarakat Bali menerima itu dan tidak mempermasalahkannya karena selain kultur masyarakat Bali yang tidak frontal, itu karena masyarakat Bali faham masih banyak daerah lain terutama di Indonesia timur seperti Papua, NTT yang perlu Jokowi diperioritaskan. Karena Bali dianggap sudah maju. 

Tetapi bila terpilih kembali di periode kedua, Jokowi mesti memikirkan pembangunan Bali juga agar lebih merata. Karena pembangunan Bali yang merata akan mewujudkan pariwisata yang merata dan berkeadilan. 

Seperti di Buleleng perlu Bandara, Karangasem perlu revitalisasi pelabuhan dan mitigasi bencana, Klungkung perlu pelabuhan.  Lebih khusus membangun kepulauan Nusa Penida dan mencabut Perpres 51 tentang reklamasi Teluk Benoa. Karena bila reklamasi Teluk Benoa dilanjutkan dan terbentuk pulau baru, lagi-lagi pariwisata numplek di sekitar itu, Kuta dan Nusa Dua. Krodit dan sudah tentunya masalah lingkungan.

BACA JUGA:  Korban Ditelanjangi Setelah Minum Racun, Pelaku Pembunuhan Pria dan Wanita di Solo Ternyata Guru Spritual Korban Pria

Lalu kenapa masyarakat Bali memilih Jokowi walaupun pembangunan nasional 2014 – 2019 tidak ada?  Masyarakat tetap memilih Jokowi karena dalam kebijakannya Jokowi menjaga persatuan dan kesatuan. Membubarkan HTI lewat Perppu adalah salah satu kebijakan Jokowi menjaga NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam suatu acara Jokowi mengatakan ”Persatuan dan Kesatuan adalah aset yang paling besar, paling utama. Semua pembangunan infrastruktur akan sia-sia  bila persatuan tidak terjaga”

Lalu apa arti Bali Bagi Jokowi yang pemilihnya sedikit? Bali adalah daerah international. Bali adalah jendela dunianya Indonesia. Jarum jatuh di Bali resonansinya mendunia. Sering bule bertanya,  Indonesia disebelah mana Bali? Itu menguatkan Bali lebih terkenal dari Indonesia sehingga Presiden menjaga Jendela Dunia ini masih menjadi lumbung suaranya. Karena liputan media international di setiap kegiatan sangat kuat di Bali dan mendunia. Walaupun di era kekinian semua mendunia melalui teknologi di genggaman tangan. Bali memang Jokowi mati punya. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*