Arus Balik Jawa–Bali, ASDP Prediksi Lonjakan Terjadi Akhir Maret

Kendaraan roda empat dan angkutan barang mengantre memasuki area dermaga untuk naik kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/3/2026) di tengah mulai meningkatnya arus balik menuju Bali. (Foto: M-011)

JEMBRANA,MENITINI.COM – Pergerakan arus balik dari Pulau Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan. Meski demikian, mayoritas pemudik tercatat masih belum kembali ke Bali.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hingga 25 Maret 2026, sekitar 29 persen atau 47.945 unit kendaraan telah kembali ke Bali dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa. Sementara itu, sebanyak 71 persen atau 117.367 unit kendaraan lainnya diperkirakan masih berada di Jawa dan belum melakukan perjalanan balik.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan kondisi operasional di lintasan Ketapang–Gilimanuk sejauh ini tetap terkendali. Hal tersebut didukung pola kepulangan masyarakat yang tidak terjadi secara bersamaan.

BACA JUGA:  Pemeriksaan di Gilimanuk Diperkuat Jelang Arus Balik

“Pergerakan yang tersebar dalam beberapa waktu menjadi faktor utama stabilitas operasional di lintasan ini,” ujarnya.

ASDP pun mengimbau masyarakat agar menghindari perjalanan pada periode puncak arus balik kedua yang diprediksi berlangsung pada 28–29 Maret 2026. Langkah ini dinilai penting guna meminimalkan potensi kepadatan di area pelabuhan.

Di sisi lain, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Di antaranya dengan mengoptimalkan buffer zone sebagai lokasi antrean di luar pelabuhan guna mencegah penumpukan kendaraan.

Selain itu, pengaturan lalu lintas juga diperketat dengan sistem masuk kendaraan yang lebih disiplin untuk menjaga kelancaran ritme penyeberangan.

BACA JUGA:  17 Program Prioritas Pemerintah Kota Ambon

Data Posko H+3 menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada arus kendaraan. Kendaraan roda dua tercatat naik 24,1 persen atau mencapai 8.691 unit, sementara truk logistik meningkat 18,7 persen menjadi 921 unit. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 14.558 unit atau naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top