AMBON, MENITINI.COM– Situasi mencekam terjadi di tengah pelayaran kapal penangkap cumi di perairan Laut Aru, Maluku.
Sebuah kapal tiba-tiba dilalap api setelah seorang anak buah kapal (ABK) diduga membakar tempat tidur nakhoda karena tersulut emosi usai dimarahi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026). Tragisnya, ABK yang diduga menjadi pelaku pembakaran kemudian nekat melompat ke laut dan hingga kini dilaporkan masih hilang.
Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Shihite mengatakan, insiden bermula ketika nakhoda kapal hendak ke bagian belakang kapal untuk buang air. Sebelum meninggalkan ruang kemudi, nakhoda meminta salah seorang ABK untuk mengambil alih kemudi.
Karena kapal oleng, ABK tersebut dimarahi. Diduga karena emosi, yang bersangkutan kemudian membakar tempat tidur kapten kapal,” kata Kapolres, Selasa (11/8/2026).
Api yang awalnya membakar tempat tidur nakhoda dengan cepat berubah menjadi kobaran besar.
Api merembet ke bagian lain kapal, diperparah dengan tiupan angin kencang serta material kapal yang sebagian berbahan kayu.
Situasi pun berubah menjadi kepanikan. Saat kapal mulai terbakar hebat, ABK yang diduga memicu kebakaran tersebut justru melompat ke laut.
“Saat kapal mulai terbakar hebat, ABK yang membakar kapal itu langsung lompat ke laut dan saat ini masih hilang,” ujar Kapolres.
Sejumlah kapal nelayan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian langsung bergerak memberikan pertolongan kepada para korban dan membantu proses penanganan kapal yang terbakar.
Kapolres mengungkapkan, kapal penangkap cumi tersebut diketahui datang dari Bali.
Kapal kemudian melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Aru hingga Papua.
Namun, persoalan lain muncul dalam penyelidikan.
Berdasarkan informasi awal dari Syahbandar Kepulauan Aru, kapal tersebut diduga tidak mengantongi izin berlayar yang sah.
“Informasi dari Syahbandar, kapal ini diduga tidak memiliki izin berlayar. Hal itu masih kami dalami dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh penyebab kebakaran, termasuk memastikan motif ABK yang diduga sengaja membakar kapal serta status perizinan kapal tersebut.
Sementara itu, upaya pencarian terhadap ABK yang melompat ke laut masih dilakukan.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut. (M-009)
- Editor: Daton

