779 Pasien OTG, Walikota Denpasar: Jangan Hanya Sosialisasi Covid-19 Perlu Tingkatkan Penanganan OTG

Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, pimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 secara virtual, Selasa (22/9/2020).

DENPASAR,MENITINI.COM– Wali Kota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, meminta peran Satgas Covid-19 tidak saja melakukan penanganan dan sosialisasi, namun juga penanganan terhadap orang tanpa gejala (OTG) di Kota Denpasar. Sebab, berdasarkan data, terdapat 779 OTG di Kota Denpasar yang berpotensi menularkan virus Covid-19

“Satgas wilayah banjar dapat melakukan pengawasan dan monitoring terhadap masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman serta memutus penularan,” ujar Wali Kota Rai Mantra saat rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kota Denpasar dengan seluruh perbekel, lurah, bendesa adat, dan anggota GTPP Covid-19. Rapat berlangsung secara virtual beberapa hari lalu (22/9/2020)

Rapat evaluasi ini menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 serta Instruksi Mendagri dan Pergub No. 46 Tahun 2020.

BACA JUGA:  Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19, Kondisi Fisik Baik, Kini Sedang Dalam Isolasi Mandiri

Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga memberikan apresiasi seluruh satgas dari tingkat desa hingga kota yang telah bekerja maksimal dalam mempercepat penurunan angka penyebaran Covid-19.

Dalam pelaksanaan instruksi Presiden, Rai Mantra meminta seluruh satgas dapat meningkatkan kembali kegiatan penanganan yang melibatkan peran PKK banjar, desa, hingga kecamatan dan kota.

Di samping itu melibatkan peran posyandu, jumantik, karang taruna, sekaa teruna maupun kelompok masyarakat. “Kami minta kepada perbekel/lurah, camat, dan bendesa adat untuk dapat mengakumulasi kembali peran kelompok-kelompok masyarakat yang ada di setiap wilayah secara bersama-sama bergerak melanjutkan edukasi dan sosialisasi di rumah tangga atau lingkungan,” ujarnya.

Ia menekankan instruksi Presiden, dalam bekerja hendaknya selalu melihat data sebaran kasus. Dalam pengambilan keputusan terapkan strategi intervensi berbasis lokal dan strategi pembatasan berskala lokal sehingga penanganannya lebih detail dan fokus. Pemerintah harus terus bekerja keras meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian.

BACA JUGA:  WHO Umumkan Bali Masuk Tiga Provinsi Penularan Omicron Secara Komunitas

“Poin instruksi Presiden tersebut dapat menjadi acuan kita dalam mengambil keputusan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, terlebih dalam instruksi tersebut kita bersama dari satgas yang ada telah sempat kita laksanakan berbasis lingkungan banjar, sehingga langkah ini dapat terus kita tingkatkan yang nantinya mampu menurunkan angka penyebaran Covid-19,” ujar Rai Mantra.

Ia menambahkan, pola pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dari setiap wilayah lingkungan banjar yang sempat terlaksana menjadi salah satu acuan Pemerintah Pusat dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Untuk itu, langkah-langkah melibatkan peran lokal yang telah terlaksana di Kota Denpasar dapat terus kita tingkatkan, dan nantinya mengakomodasi laporan yang akan dijadikan bahan pelaporan ke pusat. edo/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*