Minggu, 26 Mei, 2024

DENPASAR, MENITINI.COM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali akan menggelar Bali Nice untuk menyongsong World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali sejak tanggal 19-24 Mei 2024. Dalam acara Bali Nice nanti, digelar upacara secara Niskala menurut adat Bali yakni Tumpek Uye dan Segara Kerthi. Kedua upacara dalam tradisi Bali tersebut digelar di KEK Kura-Kura yang lokasinya sangat strategis yakni dekat dengan Bandara Ngurah Rai, berada di pinggir laut dan dikelilingi oleh hutan Mangrove milik Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai. Kedua acara tersebut juga akan digelar sehari sebelum acara WWF di Nusa Dua Bali yakni pada tanggal 18 Mei 2024.

Senior Manager Communications, PT Bali Turtle Island Development (BTID) Zefry Alfaruqy di hadapan para awak media di Bali, Selasa (23/4/2024) menjelaskan, acara ‘Bali Nice’ yang berupa rangkaian upacara Tumpek Uye dan Segara Kerthi akan menjadi acara pembuka World Water Forum ke-10 bertempat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 yang akan datang atau sehari sebelum acara puncak WWF Ke-10 di Bali. Acara ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan dengan WWF Ke-10 yang berbicara soal air sebagai sumber kehidupan.

Senior Manager Communications, PT Bali Turtle Island Development (BTID) Zefry Alfaruqy. (Foto: M-007) 

“Upacara Segara Kerthi adalah upacara yang diadakan di hari baik sebagai bentuk memuliakan laut, yang juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan pesisir demi keberlanjutan kehidupan alam laut. 

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Jamu Santap Malam Para Pemimpin dan Delegasi KTT WWF ke-10 di GWK

Sementara itu, Tumpek Uye merupakan tradisi upacara untuk menghormati hewan dan menunjukkan rasa terima kasih atas peran mereka dalam kehidupan manusia,” ujarnya. 

Ia melanjutkan, dalam upacara Bali Nice yang terdiri dari Segara Kerthi dan Tumpek Uye, panitian sudah menyiapkan 1000 ekor tukik atau anak penyu untuk dilepaskan ke alam liar. Selain itu panitia juga sudah menyiapkan 1000 ekor burung merpati yang juga akan dilepaskan secara serentak pada hari yang sama. Pelepasan 1000 tukik dan 1000 burung merpati akan dihadiri oleh para peserta dari 89 negara di dunia yakni pejabat setingkat Kementerian dan delegasi lainnya. Dipastikan para menteri asal Indonesia dan yang berhubungan langsung dengan WWF ke-10 akan ikut berpartisipasi dalam pelepasan 1000 tukik dan 1000 burung tersebut. “Semua sudah dipersiapkan panitia, termasuk 1000 tukik dan 1000 burung dalam acara Bali Nice,” ujarnya. Sebagai 

bagian dari upacara ini, hewan-hewan seperti burung dan tukik akan dilepaskan sebagai simbol penghargaan kelestarian alam. Sebagai bagian dari acara World Water Forum ke-10, ‘Bali Nice’ juga diadakan untuk menekankan nilai-nilai budaya yang mendalam dan memberikan kesempatan untuk 

mempelajari pentingnya keberlanjutan alam laut serta tantangan global lainnya. 

Dengan fasilitas yang memadai, termasuk lokasi strategis yang mudah diakses para delegasi dari 

BACA JUGA:  Jokowi Resmi Buka WWF ke-10 di Nusa Dua

seluruh dunia, KEK Kura Kura Bali siap mengemban amanah kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan dari acara ‘Bali Nice’ 2024 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. 

“Kami sangat senang dan bangga dapat menjadi bagian dari acara tingkat dunia ini. Dengan diadakannya ‘Bali Nice’ di kawasan kami, dapat dilihat bagaimana kami mencerminkan komitmen kami terhadap keberlanjutan dan apresiasi kami terhadap warisan budaya Bali,” ujar Zefri Alfaruqy. Bali Nice’ dan juga World Water Forum diharapkan untuk dapat memberikan pengalaman yang kaya akan budaya dan menekankan peran penting air secara lokal maupun dunia.

PT Bali Turtle Island Development (BTID) adalah master developer KEK Kura Kura Bali. Kawasan seluas 498 hektar ini terhubung dengan baik ke daratan melalui jalan raya dan hanya berjarak sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Melalui PP No 

23/2023, pada 5 April 2023, kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali sebagai tujuan wisata berskala internasional. Menyadari pentingnya harmoni antara manusia, 

alam, dan spiritualitas, KEK Kura Kura Bali berupaya menjadi prototipe pergeseran dari wisata massal menjadi wisata berkualitas yang

menyeimbangkan antara kepentingan 

ekonomi, kelestarian lingkungan dan inklusif secara sosial. Pembangunan pertama di KEK Kura Kura Bali adalah Kampus UID Bali yang telah 

BACA JUGA:  WWF Peluang bagi Bali untuk Dikukuhkan Sebagai Pariwisata Regeneratif 

diresmikan pada 2022. United in Diversity atau UID, adalah sebuah yayasan pendidikan kepemimpinan keberlanjutan, berkolaborasi dengan Tsinghua Southeast Asia Center 

(Tsinghua SEA) yang bertempat di dalam Kampus UID, dengan fokus pada pendidikan tanpa gelar dan pertukaran budaya. Selain The Grand Outlet Bali, ACS Bali akan membuka pintunya untuk pelajar angkatan pertama pada kuartal 3 tahun 2024 di Kampus UID, sementara kampus ACS sedang dibangun dan dijadwalkan selesai pada tahun 2025.

Hal penting lainnya untuk beberapa tahun ke depan mencakup persiapan lokasi untuk marina bertaraf internasional, dan pratinjau vila mewah di kawasan. KEK Kura Kura Bali 

menghadirkan peluang yang sangat besar bagi industri pariwisata dan industri kreatif, memberdayakan bisnis untuk mengubah ide-ide inovatif menjadi produk yang layak secara komersial di berbagai sektor seperti rekreasi, gaya hidup, hotel, resor, perumahan, kesehatan, pendidikan, inovasi, kesehatan, dan wellness atau kebugaran. M-007

  • Editor: Daton

TERKAIT