Wujudkan Zero Waste, Gianyar Gandeng Perusahaan Pengolah RDF

Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat mengadakan penandatanganan MoU penanganan sampah.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat mengadakan penandatanganan MoU penanganan sampah. (foto: ist)

GIANYAR,MENITINI.COM-Kabupaten Ginyar menggandeng beberapa pihak untuk mengatasi permasalahan sampah. Bupati Mahayastra telah manandatangani MoU dengan PT Sucofindo tentang pengelolaan incinerator, dengan Yayasan Pemilahan Sampah Temesi tentang pengolahan sampah menjadi bahan bakar RDF (refuse-derived fuel), dengan PT Arta Asia Putra tentang pengolahan sampah menjadi makanan magot, dan MoU dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali tentang pembinaan masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. 

“Saya ingin Gianyar zero waste, TPA Temesi zero waste, tidak ada lagi tumpukan sampah, melalui kerjasama ini kita akan wujudkan Gianyar yang nol sampah,” tegas Gianyar, Bupati Mahayastra.

Penandatanganan MoU dilakukan pada Sabtu, (24/9/2022) di ruang kerja Bupati Gianyar. Setelah penandtanganan akan ditindaklanjuti dengan melakukan studi kelayakan, kemudian penyusunan perjanjian kerjasama. Kerjasama ini akan dimulai pada tahun anggaran 2023.

BACA JUGA:  Hari Konservasi Alam Nasional Diperingati di Pantai Karangsewu Gilimanuk, Bali

Pemkab Gianyar mendapatkan bantuan dari Bank Dunia melalui Kementerian PUPR untuk membangun 4 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST. Di TPA Temesi 2 unit TPST, di Bitera dan Desa Adat Junjungan masing-masing 1 unit TPST. 4 unit TPST tersebut telah selesai dibangun pada bulan Agustus, dan bidang-bidang pengelolaannya dikerjasamakan dengan 4 perusahaan tersebut. Bupati Mahayastra menyebutkan pengelolaan TPST diserahkan kepada ahlinya sehingga bisa bermanfaat maksimal. (M-011)