Warga dan Wisatawan Keluhkan Sampah Bau Busuk Menumpuk di Gili Air

Penumpukan Sampah di Terminal Sampah Dermaga Gili Air
Penumpukan Sampah di Terminal Sampah Dermaga Gili Air. (foto: ist)

MATARAM, MENITINI.COM- Instensitas wisatawan ke Tiga Gili (Trawangan Meno dan Air) Desa Gili Indah Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus meningkat. Seiring aktivitas wisata yang meningkat signifikan berdampak pada meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

Kendati, warga masyarakat mulai mengeluhkan terjadinya penumpukan sampah namun tidak dibarengi dengan penanganan yang maksimal. “Sekarang ini sudah mulai terjadi penumpukan sampah di terminal angkutan sampah dermaga di gili air. Tidak hanya warga namun pengusaha juga mulai mengeluhkan penumpukan sampah yang tidak dibarengi dengan peningkatan penanganan pengangkutannya oleh Dinas Kebersihan,”  Ketua Badan Permusyawaratan Desa Gili Indah, Zakaria, Selasa (30/8/202).

Menurutnya, penumpukan akan terus terjadi apabila aktivitas pengangkutan sampah oleh Dinas hanya dilakukan sekali saja dalam sehari. Sedangkan volume sampah saat pariwisata sedang ramai sekarang ini terus meningkat juga.  “Saat ini pihak petugas yang mengangkut sampah ke TPA yang di darat hanya bisa mengangkut satu kali saja sampah. Sedangkan volume jumlah sampah sangat tinggi. Hasilnya jumlah juatru tidak mengurangi jumlah volume bahkan semakin terus bertambah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Aktivis Greenpeace: Pemerintah Hanya Memberi Makan Krisis Iklim Lewat Food Estate

Lebih lanjut, Ketua BPD Desa yang akrab disapa Jaka itu mengaku prihatin jika kondisi itu terus dibiarkan pemda. Pasalnya, dikuatirkan citra pariwisata tiga gili yang baru saja mulai normal dihebohkan dengan perosalan sampah yang tidak bisa ditangani daerah.   “Armada kapal tongkang khusus angkut sampah hanya satu dengan jumlah volume sampah yang tinggi jelas tidak bisa terangkut semua. Akhirnya akan tetap kembali menumpuk,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gili Care, H. Taufik mengaku penumpukan sampah akan terus terjadi apabila kapal tongkang yang mengangkut sampah milik Dinas Kebershihan hanya mengangkut satu kali saja dalam sehari. Kalau tidak salah dalam seminggu hanya bisa mengangkut empat kali saja sampah yang menumpuk di terminal sementara dermaga gili air. “Bagaimana bisa beres, kapal tongkang hanya beroperasi empat kali dalam seminggu. Dari empat hari itu juga satu harinya digabung dengan pengangkutan sampah yang ada di gili meno,” bebernya.

BACA JUGA:  Eksekutif Terlalu Ambisi Pelaksanaan Buruk, Penerimaan Daerah Tak Capai Target 

“Kami juga sudah menginformasikan ke pihak kebersihan bagaimana teknis pengangkutannya. Kalau bisa petugas yang mengangkut habiskan setiap hari penumpukannya entah perhari itu kapal tongkang bisa beroperasi dua sampai tiga kali sehari tergantung volume sampahnya,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup Lombok Utara, Rusdianto mengaku sudah mendapatkan laporan terkait penumpukan sampah yang terjadi di Gili Air. 

Ia tidak membantah adanya penumpukan sampah yang terjadi di gili air dalam beberapa hari terkahir. Namun hal itu bukan karena tidak diangkut melainkan karena petugas yang beberapa hari ini sibuk dengan pemberkasan yang diminta oleh dinas.  “Kita tidak sengaja membiarkan menumpuk. Petugas kami khusus di gili sekarang ini hanya 18 orang.  Dulu 32 orang sebelum pengurangan jumlah petugas kebersihan. Kemudian kapal tongkang kita hanya satu dengan kapasitas cukup besar sedangkan yang biasanya ke Meno itu kita punya kecil,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dua Tahun Ngambang, Lobar Siap Buka Jalur Pendakian Rinjani Lewat Dusun Kumbi

Lebih jauh diungkapkannya, pariwista saat ini sudah normal kembali seperti sebelum covid 19 melanda. Otomatis jumlah sampah mengalami peningkatan sedangkan kapal tongkang hanya satu. Sehingga kedepannya akan diajukan di pengadaan kapal angkuta sampah untuk tiga gili.

Menurutnya, volume kapal Tongkang itu hanya bisa mengangkut sekitar dua dum truk sampah. Sehingga khusus di gili air bisa diangkut dua kali. Itupun tergantung jumlah volume sampah disana. Dan untuk sekarang ini kapal bisa dioperasionalkan dua sampai tiga kali untuk mengambil sampah di gili air. “Kedepan kita ajukan penambahan satu kapal tongkang lagi agar semua bisa tertangani setiap hari. Saat ini kita sudah fasilitasi armada angkut roda tiga yang beroperasi di gili air,” tandasnya M-003