Senin, 15 Juli, 2024

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna memberikan apresiasi kepada keluarga besar Shri Wedastera Suyasa yang telah menjadi inisiator pembangunan sejumlah museum Soekarno yang ada di Bali. (Foto: Istimewa)

JEMBRANA,MENITINI.COM – Museum PNI Shri Wedastera Suyasa yang berdiri sejak 3 tahun lalu di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana menjadi salah satu tempat mempelajari sejarah terutama yang berkaitan dengan Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna memberikan apresiasi kepada keluarga besar Shri Wedastera Suyasa yang telah menjadi inisiator pembangunan sejumlah museum Soekarno yang ada di Bali. 

Paguyuban Seniman Muda Jembrana Tegalcangkring Tampilkan Tiga Tabuh Kreasi di PKB

230 Pasang Kerbau Adu Cepat di Mekepung Jembrana Cup

Serunya Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Menampilkan Metajoga di PKB 2024

Ratusan Gelar Latihan Akbar Menuju “Pagelaran Sabang Merauke” 

Hal itu disampaikan Wakil Bupati yang akrab disapa Ipat saat menghadiri peringatan 3 tahun peresmian Museum PNI Shri Wedastera Suyasa, Kamis (4/7/2024).

"Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Jembrana, saya menyambut baik dan gembira serta mengapresiasi kepada keluarga besar Shri Wedastera Suyasa telah mendirikan museum untuk wisata sejarah mengenang kembali jasa proklamator Republik Indonesia yaitu Soekarno," ucapnya.

Wabup Ipat mengatakan upaya-upaya untuk melestarikan warisan para pendahulu tidak hanya menjadi tugas pemerintah, semua pihak dapat ikut serta untuk bersama-sama menjaga serta memberikan edukasi kepada generasi penerus tentang pentingnya semangat dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan.

Gelar Pelatihan, Humas Polda Bali Tingkatkan Kemampuan Cyber Troops

Selesaikan Kisruh Pekerja APS, Disnaker Bentuk Tim Investigasi 

Warga Padang Bulia Terjangkit DB, Dinkes Buleleng Bilang tak Ada Dana untuk Fogging

Propam Polres Bangli Cek HP Personel, Ini Tujuannya

"Secara kelembagaan, kemudian perhatian masyarakat kepada museum ditandai dengan munculnya keinginan kuat lembaga-lembaga pemerintah daerah, pusat, swasta dan perguruan tinggi untuk mendirikan museum seperti museum sejarah PNI yang didirikan untuk sarana edukasi sejarah terutama tokoh-tokoh nasionalis," kata Wabup Ipat.

Lanjut, kata Wabup Ipat generasi muda khususnya di kabupaten Jembrana harus mengenal tokoh-tokoh untuk menambah wawasan kebangsaan sebagai pondasi dalam pembangunan bangsa dan negara.

"Kita harus mengedukasi anak-anak muda supaya lebih nasionalis, jadi kalau sudah ada rasa nasionalisme pada anak-anak kita, pengaruh apapun tidak bisa mempengaruhi mereka," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Terpilih Dr. Shri I.G.N. Arya Wedakarna M.W.S. III, S.E., (M.Tru), M.Si. merasa bahagia karena museum yang didirikan atas nilai-nilai pengabdian Shri Wedastera Suyasa dan juga Soekarno yang telah berdiri selama 3 tahun bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di Jembrana.

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Hari Kedua di Provinsi Lampung, Presiden Jokowi Kunjungi Lampung Barat dan Tanggamus

Jembrana Uji Coba Mesin Pengolah Sampah, Kapasitas 300 Ton Per Hari

Jembrana Gencar Promosi Pariwisata Dengan Misi Penjualan Mini

"Kami ikut angayubagia karena pada hari ini kita memperingatkan peresmian tahun ke-3 dari museum PNI-M Shri Wedastera Suyasa di Penyaringan, Mendoyo, Jembrana yang dimana museum ini diresmikan oleh Ibu Sukmawati Soekarno Putri, putri Bung Karno pada 3 tahun yang lalu untuk menjadi  salah satu tempat untuk edukasi," ucapnya.

Arya Wedakarna mengatakan seorang pemimpin saat ini harus bisa membangun berbagai infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat untuk menunjang pertumbuhan perekonomian serta kesejahteraan bagi masyarakat.

"Seorang pemimpin harus membangun fisik, membangun gedung, jembatan dan jalan. Harus membangun yang namanya peninggalan fisik (legacy) sehingga nama Bung Karno tetap harum seperti pak Jokowi," ujarnya.

Pihaknya juga mengajak generasi muda khususnya di Jembrana untuk dapat meniru serta mengimplementasikan semangat dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai pondasi pembangunan saat ini. "Mari kita bersinergi ada nilai-nilai Soekarno yang harus kita teladani," tandasnya. (M-011)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Ribuan Umat Muslim Padati Jembrana Berholawat di Twin Tower