BADUNG,MENITINI.COM – Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sentra produksi dan pengolahan pangan strategis di Kabupaten Badung, Senin (16/3). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas pasokan pangan menjelang Hari Raya Suci Nyepi dan Idul Fitri.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung. Pemantauan dilakukan di lima lokasi utama, yakni sentra cabai rawit di Subak Karang Dalem, Desa Selat, produksi telur di Manuk Menganti, Desa Sangeh, peternakan ayam di Desa Ayunan, Rice Milling Unit (RMU) Perumda Mangu Giri Sedana (MGS) di Mengwitani, serta gudang pangan di Puri Pangan Sentosa, Kapal.
Wabup Bagus Alit Sucipta mengatakan, kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama TPID Badung yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi produksi, distribusi, serta ketersediaan kebutuhan pangan menjelang hari raya keagamaan.
“Kegiatan ini kita lakukan untuk memastikan kondisi pangan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tetap aman dan terkendali. Selain itu, kami juga ingin mendengar langsung masukan dari para pelaku usaha maupun masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup juga mengapresiasi peran para petani dan peternak yang selama ini turut menjaga stabilitas pasokan pangan serta membantu menekan laju inflasi daerah.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Badung saat ini tengah mengkaji sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, termasuk potensi penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) yang bertujuan mengoptimalkan penyerapan hasil produksi lokal.
Selain memastikan ketersediaan pangan, Wabup juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan masyarakat mengingat waktu perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan tahun ini.
“Kita semua mengetahui bahwa perayaan Nyepi dan Idul Fitri waktunya berdekatan. Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat Badung untuk bersama-sama menjaga toleransi agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berjalan aman dan lancar,” katanya.









