Wabah Cacar Monyet di Seluruh Dunia, Tetap Waspada!

Ada satu lagi teori penyebaran cacar monyet oleh WHO, yaitu melalui kontak seksual. Wabah kali ini terjadi seiringan dengan berkembangnya hubungan seksual pada komunitas LGBTQIA+. Tingginya populasi LGBTQIA+ yang terinfeksi dan beresiko tentunya belum pernah terjadi pada wabah sebelumnya. Namun, sekali lagi karena belum terkonfirmasi, para ahli belum menyatakan sebagai penyakit menular seksual, atau menghubungkannya dengan komunitas tertentu. Kesimpulan umum sejauh ini menyatakan bahwa kontak dekat yang terjadi selama berhubungan seks bertanggung jawab untuk penyebaran, jadi bukan penyakit yang menular secara seksual.

BACA JUGA:  Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Gejala Gangguan Mental, Kemenkes Perluas Skrining Kesehatan

WHO juga menyarankan untuk tidak membentuk stigma-stigma negatif bagi yang terkena. Bisa jadi virus cacar monyet tidak menular melalui komunitas. Bisa jadi, virus malah tidak bermutasi sama sekali, tetapi memanfaatkan situasi yang ideal untuk menyebar bahkan pada kondisi yang baik sekalipun. Mari kita tunggu konfirmasi bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan higienitas dalam kehidupan sehari-hari! (M-010)

BACA JUGA:  Pemberian Paket Olahan Ikan Dorong Pencegahan Stunting di Badung
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top