logo-menitini

Wabah Cacar Monyet di Seluruh Dunia, Tetap Waspada!

pexels-karolina-grabowska-5207

Ada satu lagi teori penyebaran cacar monyet oleh WHO, yaitu melalui kontak seksual. Wabah kali ini terjadi seiringan dengan berkembangnya hubungan seksual pada komunitas LGBTQIA+. Tingginya populasi LGBTQIA+ yang terinfeksi dan beresiko tentunya belum pernah terjadi pada wabah sebelumnya. Namun, sekali lagi karena belum terkonfirmasi, para ahli belum menyatakan sebagai penyakit menular seksual, atau menghubungkannya dengan komunitas tertentu. Kesimpulan umum sejauh ini menyatakan bahwa kontak dekat yang terjadi selama berhubungan seks bertanggung jawab untuk penyebaran, jadi bukan penyakit yang menular secara seksual.

BACA JUGA:  Kemenkes Pastikan Influenza A (H3N2) Subclade K Terkendali, Tren Kasus Terus Menurun

WHO juga menyarankan untuk tidak membentuk stigma-stigma negatif bagi yang terkena. Bisa jadi virus cacar monyet tidak menular melalui komunitas. Bisa jadi, virus malah tidak bermutasi sama sekali, tetapi memanfaatkan situasi yang ideal untuk menyebar bahkan pada kondisi yang baik sekalipun. Mari kita tunggu konfirmasi bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan higienitas dalam kehidupan sehari-hari! (M-010)

BACA JUGA:  Antisipasi Super Flu Masuk Bali, Bandara Ngurah Rai Pasang Thermo Scanner
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>