Menurut pelatih asal Belanda itu, delapan pemain Liverpool berada di dalam kotak penalti saat gol Reed tercipta. Situasi tersebut membuat Fulham justru punya ruang untuk mencoba peruntungan dari luar kotak.
“Kalau mereka tidak melakukan lemparan jauh, kami bisa keluar lebih cepat dan menekan. Tapi harus diakui, itu tembakan luar biasa. Dari sisi peluang (xG), seharusnya kecil, tapi tetap saja gol,” katanya.
Hasil imbang ini terasa semakin pahit karena Fulham sejatinya lebih banyak tertekan. Tuan rumah bahkan lebih dulu mencuri gol lewat Harry Wilson pada menit ke-17, sebelum Liverpool menyamakan kedudukan melalui Florian Wirtz di menit ke-57.
Slot mengakui, skenario seperti ini bukan pertama kali dialami timnya musim ini.
“Sudah berbulan-bulan kami mengalami hal yang sama. Peluang pertama lawan di babak pertama sering langsung jadi gol. Lalu di masa tambahan waktu, muncul gol-gol yang tidak terduga. Ini mengejutkan, tapi sudah jadi pola,” ucapnya.
Selain soal konsentrasi di momen krusial, Slot juga menyoroti kondisi fisik pemain. Absennya Hugo Ekitike dan Aleksandar Isak membuat Liverpool minim rotasi di lini depan.









