Tumbuhkan Kebersamaan Menuju Karakter Luhur, SDN 2 Semarapura Kangin Gandeng BWC

Tim Bali Waste Cylce memberikan pelatihan kepada murid-murid SDN 2 Semarapura Kangin Klungkung menjadi sampah sebagai bahan kerajinan
Tim Bali Waste Cylce (BWC) memberikan pelatihan kepada murid-murid SDN 2 Semarapura Kangin, Klungkung untuk menciptakan kerajinan yang bermanfaat dari limbah sampah. (foto: ist)

SEMARAPURA,MENITINI.COM-Dalam menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian menuju karakter yang luhur pada generasi muda, salah satunya adalah dengan menanamkan kesadaran dalam menjaga lingkungan sejak dini.
Terkait dengan hal tersebut, SDN 2 Semarapura Kangin (KANDARA), Klungkung menggandeng Bali Waste Cycle (BWC) menggelar kegiatan dengan motto ‘Gana Sidhi Padurasa’ yang berarti pendidikan yang menumbuhkan kebersamaan menuju karakter luhur, Sabtu (27/08/2022).

Kegiatan itu bertujuan untuk membiasakan diri pada anak didik SDN KANDARA mengelola sampah agar tidak jadi masalah dengan cara memilah dan mendaur ulang menjadi benda kerajinan yang bermanfaat.
SDN KANDARA sendiri sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan mengambil isu lingkungan memilah sampah organik dan anorganik, dimana sampah organik dijadikan pupuk kompos dan untuk sampah anorganik diambil oleh BWC untuk dibuat kerajinan, dalam hal ini hidroponik botol bekas dengan sistem wick untuk murid-murid kelas 4, 5, dan 6, sementara jenis kerajinan tikar dari limbah multilayer (bungkus snak) untuk kelas 2 dan 3.

BACA JUGA:  Jokowi Pimpin Ground Breaking Pembangunan Rumah Sakit Internasional di Sanur Bali

Sebagai informasi, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila. (min)

BACA JUGA:  Cegah Kebocoran Penerimaan, Kementerian Keuangan Tandatangai PKS dengan  Kejaksaan RI