TPA Bengkala di Buleleng Terbakar, Warga Keluhkan Asap dan Bau Menyengat

SINGARAJA,MENITINI.COM-Timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala Buleleng terbakar. Pusat pembuangan sampah terbesar di Buleleng itu terbakar sejak 29 Desember 2023 lalu. Warga setempat khususnya di Banjar Dinas Tegal dan Banjar Dinas Pasek di Kecamatan Kubutambahan serta Banjar Dinas Alas Arum di Kecamatan Sawan mulai mengeluhkan kepulan asap akibat kebakaran itu.

Dilansir dari RRI Pro 2 Singaraja, Rabu (3/1/2024) Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana mengungkapkan, kebakaran TPA tersebut telah dikeluhkan oleh masyarakat sejak empat hari yang lalu. Ia menyebut kepulan asap itu juga menganggu aktivitas masyarakat karena mengeluarkan bau yang menyengat.

“Masyarakat banyak mengeluh, ya namanya asap ya agak menyengatlah dikit tapi tidak terlalu terpengaruh ke warga. Sekarang dari BPBD sudah menyumbangkan sebanyak lima kotak masker bagi warga,” ujarnya.

BACA JUGA:  DLHP Klungkung akan Tambah Mesin dan Jam Kerja di TOSS Center

Pariadnyana menambahkan, biasanya kepulan asap dan bau yang menyengat akan tercium di pemukiman warga sekitar pukul 8 hingga 10 malam. Namun dirinya mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan terkait warganya yang mengalami gangguan kesehatan akibat peristiwa tersebut.

“Sementara ini belum ada laporan, biasanya itu kan berdampak pada gangguan pernapasan sementara ini tidak ada laporan dan mudah-mudahan tidak terjadi. Ada dua banjar dinas yang terdampak seperti di banjar tegal dan banjar pasek,” ucapnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan, saat ini pihaknya telah meminta BPBD Buleleng menyiapkan tandon air untuk mempercepat proses penyiraman. Selain itu, beberapa alat berat juga dikerahkan untuk meratakan tumpukan sampah. Dirinya pun meyakini asap yang timbul dari TPA Bengkala sudah bisa dikendalikan.

BACA JUGA:  Tahun 2024, Warga Gianyar Wajib Memilah Sampah

“Sekarang akan kita ratakan menggunakan alat berat dari Dinas PU, asapnya sekarang sudah mulai mengecil nanti kita juga akan meminta bantuan untuk mengerahkan tendon air yang besar untuk kita akan bawa ke sana,” kata Lihadnyana.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi kembali, pejabat asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng itu mengungkapkan, ke depannya akan dilakukan penataan kembali TPA Bengkala dengan membuatkan saluran-saluran drainase untuk mempermudah air meresap ke bawah tumpukan sampah.

  • Editor: Daton