Tindakan Kriminal di Kuta Makin Marak dan Lebih Berani  

Wabup Ketut Suiasa
Wabup Baung Ketut Suiasa. (foto: ist)

KUTA, MENITINI.COM – Gangguan ketentraman dan ketertiban di kawasan wisata Kuta belakangan ini sungguh meresahkan masyarakat Kuta. Kondisi ini mendapatkan perhatian serius Wabup Badung, Ketut Suiasa yang langsung meminta agar patrol Kawasan diaktifkan Kembali.

Maraknya kejadian tersebut sangat mengganggu pemulihan sektor pariwisata, setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19. Untuk itu ia meminta patroli wilayah kembali digencarkan, mengantisipasi resiko kerawanan pariwisata.

Wabup Suiasa mengaku sangat miris mendengar peristiwa kriminal seperti penjambretan dan pencurian mulai marak terjadi di Kuta, seiring bertumbuhnya kunjungan wisatawan. Berdasarkan informasi yang ia terima dari masyarakat, para tokoh dan pemberitaan, tindak kriminal di Kuta mulai berani terang-terangan.

Kejadian bukan hanya terjadi di malam hari, tapi juga pada siang, maupun sore hari. Bahkan hal itu juga kerap dilakukan secara berkelompok. “Kita baru mau bangkit, baru tumbuh, ini sudah diwarnai hal semacam ini. Tentu ini menjadi sangat berat bagi kita di Badung. Saya harap kepolisian bisa membantu mengantisipasi hal ini, bersinergi dengan masyarakat dan OPD terkait di Badung,”  kata saat menghadiri rapat konsolidasi di Kecamatan Kuta, akhir bulan Agustus 2022.

BACA JUGA:  Banyak Lulusan Primakara Jadi Technopreneur Handal

Sebagai daerah yang dominan mengandalkan sektor pariwisata, langkah antisipasi terhadap resiko kerawanan pariwisata tentu harus dilakukan. Jangan sampai start yang kurang baik justru menimbulkan citra yang kurang baik dalam rangka menyambut pemulihan sektor pariwisata.

Ibarat lari sprint, jika start saja salah dilakukan. Jangankan untuk menjadi pemenang, mencapai speed dengan baik saja sudah tidak bisa dicapai. “Kalau start saja banyak dinodai hal-hal yang memberikan citra buruk, apalagi itu dilakukan oleh kita sendiri, tentu ini akan berat,”  katanya

Diketahuinya, masyarakat Kuta bersama para tokoh selama ini sudah berupa melakukan upaya-upaya dalam menangani masalah tersebut. Jika hal itu tidak disinergikan dengan kepolisian dan TNI, tentu kurang efektif. Untuk itu pihaknya meminta kepolisian membantu meningkatkan intensitas pengamanan di wilayah Kuta, dengan bersama-sama bersinergi menghidupkan kembali sistem patroli wilayah secara periodik.

BACA JUGA:  Rendah Kesadaran Pemilik Usaha Terapkan Prokes

“Saya minta Satpol PP bersama Kepolisian dapat membuat jadwal secara periodik yang bersinergi dengan tokoh kami di desa dan OPD terkait. Buat pemetaan sektor apa yang kecenderungan sudah ada gejala dan memiliki potensi resiko yang terancam,”imbaunya.

Ia menilai, saat ini merupakan momentum tepat bersama-sama mengevaluasi pelaksanaan aktivitas kepariwisataan. Termasuk kesiapan masyarakat menyikapi tumbuhnya pariwisata. Sebab pandemi yang terjadi dua tahun mengajarkan banyak pelajaran yang bisa dipetik. “Semua pihak sudah tahu bagaimana sakitnya dampak yang ditimbulkan, sehingga hal semacam itu jangan sampai terulang lagi. Ia mengajak bersama-sama memotivasi dan mendorong agar bagaimana start yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik dan manis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pariwisata dan perekonomian kita dapat bertumbuh dan berkembang cepat. “Kita bina, dan ajak semua pihak memulihkan dan menghidupkan pariwisata. Mulai dari perilaku simpatik dan empatik. Berbuatlah positif, berikan image yang baik,” tandasnya. M-003