Senin, 15 Juli, 2024

G.A. Diah Utari. (Foto: M-003)

DENPASAR MENITINI.COM- Keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian di Bali tetap kuat dan terjaga.

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Mei 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali tetap terjaga.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan Mei 2024 yang tercatat sebesar 140,08, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya 144,50 namun tetap terjaga pada area optimis (indeks > 100).

Perlambatan ini sejalan dengan musim low season pasca musim libur lebaran.  Di sisi lain, IKK tercatat sebesar 125,2 yang juga sedikit melambat dari 127,7 meski masih optimis.

Adapun Survei Konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui tingkat keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

BACA JUGA:  Ini Hasil Survei Dampak Penyelenggaraan World Water Forum 2024

“Keyakinan konsumen di Bali pada Mei 2024 yang tetap optimis ditopang oleh capaian Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Komponen pembentuk IKE yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini dibandingkan enam bulan yang lalu tercatat naik menjadi sebesar 140,5 dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 140,0,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, G. A. Diah Utari di Denpasar, pada Senin (1/7/2024).

Adapun Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dibandingkan 6 bulan yang lalu tetap terjaga pada area optimis sebesar 138,0.

Sementara itu, tetap terjaganya IEK ditopang oleh seluruh komponen pembentuknya, terutama pada Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang sebesar 150,5; Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar 143,5; dan Ekspektasi Penghasilan sebesar 145,0 yang masing-masing masih berada dalam zona optimis.

BACA JUGA:  Riset IMD Future Readiness 2024: Tesla Masih Jawara Mobil Paling Inovatif, Namun Dibayangi Produsen China

Ekspektasi konsumen yang tetap terjaga di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan, perkembangan investasi, meningkatnya produktivitas dan daya saing serta membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tetap kuat.

Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Untuk itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Bali senantiasa berkoordinasi erat guna mengawal stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target. (M-003)

  • Editor: Daton