Sukses Wujudkan Desa Mandiri, 32 Kepala Desa di Jembrana Terima Lencana

Bupati Jembrana I Nengah Tamba secara simbolis kepada perbekel masing - masing desa, Rabu (7/12) di Gedung Kesenian Ir Soekarno bersamaan dengan rapat koordinasi seluruh Perbekel dan Ketua BPD se-Jembrana.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba secara simbolis kepada perbekel masing - masing desa, Rabu (7/12) di Gedung Kesenian Ir Soekarno bersamaan dengan rapat koordinasi seluruh Perbekel dan Ketua BPD se-Jembrana. (Foto: M-011)

NEGARA,MENITINI.COM-Sebagai wujud apresiasi dalam mewujudkan Desa Mandiri, sebanyak 32 Kepala Desa di Kabupaten Jembrana menerima penghargaan lencana. Lencana berupa pin tersebut disematkan langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba secara simbolis kepada perbekel masing-masing desa, Rabu (7/12) di Gedung Kesenian Ir Soekarno saat menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Perbekel dan Ketua BPD se Jembrana.

Sebelumnya 32 desa tersebut telah ditetapkan berstatus sebagai desa mandiri oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar saat launching Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD).

Dalam sambutannya Bupati Jembrana I Nengah Tamba ingin dalam rapat kordinasi tersebut sebagai wujud konsolidasi antara pemerintah desa dengan kabupaten sehingga diharapkan terjadi sinergi dalam penyusunan program-rogram daerah.

BACA JUGA:  Program Hot Spot Gratis di Jembrana, Jangkau 122 Titik

“Saya ingin agar Perbekel, Lurah serta Ketua BPD tetap kompak dan fokus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan ikut mensosialisasikan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Jembrana serta mendukung program-program pemerintah dalam Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia melalui Jembrana Emas 2026,” ujar Tamba.

Terkait desa mandiri yang disandang 32 desa di Jembrana, pihaknya ingin hal tersebut bisa menjadi acuan dalam memimpin desanya kearah yang lebih baik lagi. “Saya sampaikan selamat kepada 32 desa menjadi desa yang berstatus Mandiri. Bagi 9 Desa belum bersatus desa mandiri agar tetap berupaya untuk melaksanakan program- program di desa guna meningkatkan status desa oleh Kementrian pembangunan desa transmigrasi dan tertinggal,” ucapnya.

BACA JUGA:  Geger! Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Laut Pengambengan

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jembrana I Made Yasa mengatakan rapat koordinasi dan konsolidasi dengan para perbekel dan ketua BPD adalah sebagai evaluasi kegiatan tahun ini serta sinkronisasi program di tahun 2023. “Dengan rapat koordinasi ini diharapkan terjadi sinkronisasi sehingga sesuai arahan Bapak Bupati program di desa dan pemerintah kabupaten menjadi terpadu dan satu tujuan,” jelasnya.

Terakhir terkait penghargaan desa mandiri dari Kementrian Desa dijelaskannya dari 41 desa yang ada di Jembrana baru diraih 32 desa. “Tinggal 9 desa yang belum, diantaranya desa Belimbingsari, Warnasari, Manistutu, Banyubiru, Tegalbadeng barat, Berangbang, Manggissari, Asahduren dan desa Pangyangan,” pungkanya.(M-011)

BACA JUGA:  21 Pegawai Kejari Badung Terpapar Covid-19