Semeru Muntahkan Awan Panas, Warga Mengungsi, Bupati Tetapkan Darurat Bencana Dua Pekan

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi Minggu (4/12/2022) dini hari tadi. Akibat letusan ini status Gunung Semeru berada di level IV atau ditetap Status Awas.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi Minggu (4/12/2022) dini hari tadi. Akibat letusan ini status Gunung Semeru berada di level IV atau ditetap Status Awas. (Foto: ist)

DENPASAR,MENITINI.COM-Setelah Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi Minggu (4/12/2022) dini hari tadi.

Akibat letusan ini status Gunung Semeru berada di level IV atau ditetap Status Awas. Bupati Lumajang Thoriqul Haq menetapkan kejadian erupsi Gunung Semeru sebagai darurat bencana hingga 14 hari ke depan.

Pihak PVMBG Jawa Timur menyatakan warga di Desa Pronojiwo, Candipuro, Supit Urang, Penanggal, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur saat ini terdampak akibat luncuran awan panas Gunung Semeru hingga 7 km dan berbondong-bondong mengungsi ke tempat aman seperti di balai desa, SD dan SMP. Bau belerang menyengat juga tercium oleh masyarakat sekitar lokasi letusan hingga jarak 17 km.

BACA JUGA:  Usai Gunung Semeru Erupsi, Jepang Siaga Ancaman Tsunami

Erupsi gunung api yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diketahui dari data Pos Pengamatan Gunung Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Video yang direkam oleh warga memperlihatkan Gunung Semeru sedang mengalami erupsi.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 4 Desember 2022, pukul 02.46 WIB dengan tingg kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 5176 m di atas permukaan laut). kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan,” dikutip dari laman resmi MAGMA Indonesia Kementerian ESDM, Minggu (4/12/2022).

Erupsi Gunung Semeru tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik. PVMBG Kementerian ESDM mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:  Dua Orang Tewas Diterjang Banjir di Karangasem 

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” tulis PVMBG Kementerian ESDM.

Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). PVMBG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” sebut PVMBG Kementerian ESDM.

BACA JUGA:  Sudah 2 Hari Terjadi Antrian di Seluruh SPBU di Bali, Begini Penjelasan Pertamina

Beberapa wilayah di Malang juga terimbas abu vulkanik erupsi Gunung Semeru. BPBD Lumajang saat ini dilaporkan membagikan masker gratis. M-003