Menurut dr. Wirantaja, hasil pemeriksaan HPV DNA juga menjadi dasar penting sebelum seseorang menjalani vaksinasi HPV.
“Jika hasilnya negatif HPV, itu bisa menjadi acuan untuk melakukan vaksin HPV. Bahkan secara medis, sebelum vaksin HPV memang sebaiknya dilakukan pemeriksaan HPV DNA untuk memastikan tidak ada infeksi aktif,” jelasnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Meski informasi baru disebarkan dua hari sebelum pelaksanaan, jumlah peserta yang hadir terbilang tinggi.
“Animo masyarakat sangat bagus. Tidak hanya dari karyawan rumah sakit, tapi juga masyarakat sekitar Denpasar. Bahkan kalau ada warga dari luar Denpasar yang datang, tetap kami layani,” katanya.
Panitia tidak membatasi jumlah maksimal peserta. Hanya ditetapkan jumlah minimal sebanyak 50 orang, sementara kuota maksimal tidak dibatasi.
“Kegiatan ini kami harapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan,” tambahnya.









