DENPASAR,MENITINI.COM – Suasana Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar, Bali, Minggu (9/8/2026) pagi, dipadati para penghobi mancing. Sejak subuh, peserta dari berbagai wilayah berdatangan mengikuti lomba mancing lele air deras yang digelar Banjar Saraswati, Kesiman.
Lomba tersebut dibuka Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dengan penebaran ikan lele ke aliran Tukad Bindu.
Tak hanya diikuti pemancing dari Kota Denpasar, kegiatan ini juga menarik peserta dari luar Denpasar. Mereka datang membawa perlengkapan dan umpan masing-masing untuk berburu ikan lele yang telah disiapkan panitia.
Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan AA Gede Agung Suyoga, serta Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede.
Jaya Negara mengapresiasi kegiatan yang digelar Banjar Saraswati tersebut. Menurutnya, lomba mancing tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi media edukasi untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar Tukad Bindu.
“Tentu kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Semoga selain menjadi wahana rekreasi dan hiburan, ini juga menjadi edukasi untuk terus menjaga kelestarian lingkungan atau subak,” ujar Jaya Negara.
Peserta Capai 1.000 Pemancing
Kelian Adat Banjar Saraswati, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, mengatakan lomba mancing tersebut digelar sebagai bagian dari upaya penggalangan dana untuk menyukseskan Karya Melaspas dan Mendem Pedagingan Banjar Saraswati yang dijadwalkan berlangsung Desember mendatang.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi inovasi dalam penggalangan dana di tingkat masyarakat. Selain mengumpulkan dana, lomba dirancang sebagai wadah menyalurkan hobi sekaligus mempererat hubungan antarwarga dan komunitas pecinta mancing.
Panitia menyiapkan lebih dari 500 kilogram ikan lele untuk ditebar di aliran Tukad Bindu. Selain itu, terdapat enam ekor “ikan master” dengan bobot masing-masing lebih dari 3 kilogram yang menjadi sasaran utama peserta.
“Kami menyebar sekitar 2.100 kupon dengan harga Rp60.000 per kupon. Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 orang pemancing. Tiket tersebut sudah mencakup akses masuk serta kupon undian doorprize,” kata Srijaya Widiada.
Hadiah hingga Rp2,5 Juta
Lomba memperebutkan hadiah uang tunai bagi enam pemenang berdasarkan bobot ikan master terberat.
Juara pertama mendapatkan Rp2,5 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, juara keempat Rp750 ribu, juara kelima Rp500 ribu, dan juara keenam Rp250 ribu.
Selain hadiah utama, panitia juga menyiapkan sekitar 50 ekor ikan berpita khusus. Peserta yang berhasil mendapatkan ikan tersebut berkesempatan memperoleh doorprize berupa uang tunai maupun barang, sesuai warna pita pada ikan yang berhasil dipancing.
Srijaya Widiada berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan hobi sekaligus membuka alternatif baru dalam penggalangan dana untuk kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.
“Harapan kami ke depan, upaya penggalangan dana untuk kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan bisa terus berkembang secara kreatif, tidak hanya bergantung pada cara-cara konvensional seperti kupon makanan saja,” pungkasnya. (M-011)
- Editor: Daton

